John Stones Tinggalkan Manchester City Akhir Musim 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bek tengah John Stones dipastikan bakal mengakhiri pengabdian selama satu dekade bersama Manchester City pada penghujung musim 2025/2026. Kabar perpisahan ini dikonfirmasi oleh manajer Pep Guardiola menjelang laga melawan Everton pada Jumat, 1 Mei 2026, di Manchester.

Pemain kelahiran Barnsley tahun 1994 tersebut telah mengoleksi 19 gelar juara, termasuk enam trofi Premier League dan satu Liga Champions sejak bergabung dari Everton pada 2016. Selama berseragam biru langit, Stones mencatatkan 293 pertandingan dan menjadi sosok kunci dalam taktik fleksibel yang diterapkan Guardiola.

Guardiola mengungkapkan bahwa peran Stones sangat krusial dalam sejarah kesuksesan klub selama periode kepemimpinannya. Ia mengenang momen awal saat merekrut pemain Inggris tersebut dari rumah saudaranya di London.

"Recuerdo perfectamente una de las primeras veces que viajé a Londres para reunirme con él en casa de mi hermano" ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola juga menyoroti bagaimana Stones tumbuh dari pemain muda menjadi sosok pemimpin yang sangat berpengaruh dalam tim. Ia menganggap kontribusi Stones tidak ternilai bagi identitas permainan City.

"Recuerdo su cara en aquel primer momento, era joven" tutur Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Manajer asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Manchester City dalam beberapa tahun terakhir sulit dipahami tanpa kehadiran pemain sekaliber Stones. Ia memuji karakter sang bek yang selalu tampil maksimal di laga-laga besar.

"Hay muy, muy pocos jugadores sin los cuales no se puede entender lo que ha pasado en este periodo juntos, y él es uno de ellos" kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Salah satu momen terbaik Stones yang disoroti Guardiola adalah penampilannya di final Liga Champions saat melawan Inter Milan di Istanbul. Baginya, Stones adalah pemain terbaik dalam laga bersejarah tersebut.

"Fue, con diferencia, el mejor jugador en la final de la Champions League en Istanbul. Eso demuestra su enorme personalidad" jelas Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Meski musim ini Stones sering terhambat cedera otot betis dan paha, Guardiola tetap berharap sang pemain bisa kembali ke ritme terbaik sebelum musim berakhir. Kepergian Stones dirasakan seperti kehilangan bagian dari identitas klub.

"Se siente en forma y ojalá pueda encontrar el ritmo para estar listo. Como Bernardo, una parte de mí y de nosotros se va con él" ungkap Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Pep Guardiola juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi luar biasa Stones selama sepuluh tahun terakhir. Ia menilai Stones sebagai pribadi yang luar biasa baik di dalam maupun luar lapangan.

"Su contribución ha sido enorme. Es una persona increíble tanto dentro como fuera del campo" tambah Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Sentimen serupa juga ia sampaikan mengenai hubungan profesional mereka yang telah terjalin lama. Guardiola merasa beruntung bisa bekerja sama dengan pemain yang memiliki kecerdasan taktis setinggi Stones.

"Lo dije con Bernardo, pero estoy increíblemente agradecido de haber compartido tantos años con John" ucap Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Stones sendiri merasa telah mencapai seluruh ambisi sepak bolanya selama berada di Etihad Stadium. Ia menyatakan bahwa Manchester City akan selalu menjadi rumah bagi dirinya.

"¿Qué significa el Manchester City para mí? Ha sido mi hogar durante los últimos diez años, dan seguirá siéndolo el resto de mi vida. Llegué siendo un niño y me voy como un hombre. He cumplido todos mis sueños. He conseguido todo aquello por lo que vine aquí. Al principio de mi carrera nunca hubiera imaginado que estaría en esta situación" ujar John Stones, Bek Manchester City.

Selain membahas Stones, Guardiola turut mengomentari jadwal padat pertandingan melawan Bournemouth dan Crystal Palace. Ia menegaskan kesiapan timnya untuk beradaptasi dengan keputusan pemegang hak siar televisi.

"Es lo que hay. Preferiría que estuviéramos jugando semifinales de Champions League. Cuando ganamos el triplete y el cuádruplete tuvimos este tipo de calendario, pero es lo que hay" tutur Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Guardiola menyatakan tidak akan mengeluhkan jadwal tersebut meskipun intensitasnya sangat tinggi. Ia berkomitmen untuk terus memimpin timnya bertanding kapan pun jadwal ditetapkan.

"Nos adaptaremos y jugaremos partido a partido. El calendario, los operadores de televisión deciden cuándo se juegan los partidos. Estaremos allí con 11 jugadores y futbolistas en el banquillo" kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Ia juga menanggapi perbandingan jadwal di negara lain dengan sikap santai. Guardiola mengaku senang berada di Inggris dan siap mengikuti aturan yang berlaku di kompetisi tersebut.

"No es importante lo que ocurra en otros países, pero es lo que hay. Si no me gusta, me iré a Francia o a Portugal" jelas Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Menutup pernyataannya, Guardiola menekankan bahwa loyalitasnya kepada kompetisi di Inggris tetap teguh. Ia tidak mengharapkan perlakuan khusus terkait pengaturan jadwal pertandingan.

"Me gusta estar aquí. Nunca espero algo diferente. Si deciden jugar cualquier día, jugaremos" pungkas Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Di sisi lain, laporan dari sport.es menyebutkan bahwa Manchester City telah menyiapkan suksesor Stones, yakni Vitor Reis yang saat ini dipinjamkan ke Girona. Guardiola memuji perkembangan Reis di Spanyol dan akan mengambil keputusan mengenai masa depan bek Brasil tersebut pada bursa transfer musim panas mendatang.

"La razón por la que le enviamos al Girona es porque aquí, debido a su edad, no habría tenido muchas opciones de jugar. Ha crecido como jugador. Se ha enfrentado a los mejores delanteros de España, algo siempre difícil. La gente en Girona está muy contento con él y en verano tomaremos una decisión sobre su futuro" jelas Pep Guardiola, Manajer Manchester City.