PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan jumlah pelanggan pada layanan KA Blora Jaya relasi Cepu–Semarang PP sebanyak 53.826 orang selama periode Januari hingga Maret 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 72,76 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Data yang dilansir dari Money menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun sebelumnya, jumlah penumpang hanya mencapai 31.158 orang. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat untuk bekerja dan menempuh pendidikan di Kota Semarang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KA Blora Jaya dengan tarif sekitar Rp 65.000 menjadi pilihan utama masyarakat. Layanan ini menghubungkan berbagai titik mulai dari Cepu, Randublatung, hingga Semarang Tawang.
"Layanan ini hadir dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Setiap perjalanan membawa tujuan yang berbeda. Ada yang berangkat untuk bekerja, menempuh pendidikan, hingga mencari peluang yang lebih baik di kota," ujar Anne Purba dalam keterangan resmi pada Jumat (17/4/2026).
Anne menyoroti peran strategis Stasiun Wadu yang menjadi bagian penting dalam jalur ini bagi warga setempat. Lokasi stasiun tersebut tergolong terpencil dan minim akses transportasi publik lainnya selain kereta api.
"Salah satu titik yang memiliki cerita tersendiri adalah Stasiun Wadu. Stasiun ini berada di wilayah yang jauh dari akses angkutan umum," kata Anne Purba.
Pihak KAI menegaskan bahwa keberadaan kereta ini memangkas waktu tempuh dan menyediakan kepastian biaya bagi para penggunanya. Mobilitas yang terjaga di stasiun-stasiun kecil menjadi kunci penggerak ekonomi masyarakat.
"Di tempat ini, KA Blora Jaya menjadi satu-satunya kereta api yang berhenti untuk melayani naik turun penumpang," ungkap Anne Purba.
Stasiun Wadu memiliki nilai sejarah panjang karena dahulu dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) untuk angkutan kayu hutan dan minyak. Saat ini, stasiun tersebut menjadi tumpuan bagi mahasiswa dan pekerja untuk mencapai pusat kota.
"Kami ingin perjalanan ini terus hadir sebagai bagian dari langkah masyarakat dalam menjalani aktivitas, membuka peluang, dan melanjutkan harapan," tutup Anne Purba.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·