Jumlah Penumpang KAI Pariaman Ekspres Tumbuh 10 Persen Awal 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jumlah penumpang layanan KA Pariaman Ekspres pada kuartal I 2026 mencapai 382.748 orang atau mengalami kenaikan sebesar 10,16 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Tren positif ini menunjukkan akses transportasi kereta api semakin memudahkan mobilitas harian masyarakat di wilayah Sumatra Barat.

Data operasional tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dari angka 347.459 pelanggan pada kuartal I 2025, sebagaimana dilansir dari Money. Peningkatan jumlah pengguna ini mencakup perjalanan rutin harian maupun aktivitas wisata masyarakat pada akhir pekan.

"Peningkatan ini mencerminkan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan jarak dekat kian menjadi bagian dari rutinitas harian maupun aktivitas akhir pekan," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).

Rute Pauh Lima–Padang–Naras sepanjang 75 kilometer kini dilayani oleh lima perjalanan pulang pergi setiap hari sejak pemberlakuan Gapeka 2025. Penumpang hanya perlu membayar biaya perjalanan yang sangat kompetitif untuk menjangkau berbagai titik pemberhentian di sepanjang jalur pesisir.

"Dengan tarif yang terjangkau sebesar Rp 5.000, layanan ini menjadi alternatif transportasi yang praktis dan ekonomis, baik untuk kebutuhan harian maupun perjalanan rekreasi," lanjut Anne.

Jalur ini menghubungkan pusat Kota Padang hingga wilayah Naras di Kota Pariaman melalui stasiun Alai, Air Tawar, Tabing, dan Lubuk Alung. Pemandangan pesisir pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jasa transportasi ini selama durasi perjalanan.

"KA Pariaman Ekspres menjadi bagian dari perjalanan masyarakat, baik untuk aktivitas rutin maupun saat ingin menikmati waktu di akhir pekan," ujar Anne.

KAI berupaya memastikan kualitas layanan tetap terjaga dengan melakukan pemantauan berkala terhadap preferensi para penumpang. Fokus utama pengembangan tetap pada aspek ketepatan waktu dan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Perjalanan yang singkat ini menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap rutenya."

Manajemen KAI juga terus menghimpun umpan balik dari para pengguna jasa untuk penyempurnaan fasilitas di masa mendatang. Hal ini dilakukan agar operasional kereta api tetap relevan dengan kebutuhan transportasi lokal yang dinamis.

"KAI terus melakukan evaluasi layanan dengan mendengarkan masukan pelanggan serta menyesuaikan dengan kebutuhan perjalanan saat ini."

Perjalanan dari area perkotaan menuju wilayah pesisir dirancang untuk memberikan efisiensi waktu bagi masyarakat yang ingin berlibur singkat. Stasiun yang terletak dekat dengan destinasi wisata seperti Pantai Gandoriah memicu peningkatan arus kunjungan wisatawan lokal.

"Bagi masyarakat yang ingin mengisi akhir pekan dengan cara yang sederhana, perjalanan ini bisa menjadi pilihan," tutup Anne.

Pihak pengelola memastikan bahwa integrasi antarwilayah melalui moda transportasi ini akan terus diperkuat. Pengalaman perjalanan yang ringkas diharapkan dapat terus memacu minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

"Dari kota menuju pesisir, perjalanan terasa ringkas, dengan pengalaman yang tetap berkesan."

Lonjakan mobilitas juga terjadi di Stasiun Pegaden Baru, Kabupaten Subang, yang mencatatkan pertumbuhan penumpang secara konsisten sejak tahun 2022. Pada kuartal I 2026, jumlah keberangkatan pelanggan di stasiun ini telah mencapai 16.110 orang.

Statistik Penumpang Stasiun Pegaden Baru (Kuartal I)TahunJumlah Pelanggan BerangkatJumlah Pelanggan Turun
20223.2523.146
20238.4888.422
202412.43012.612
202512.84714.142
202616.11016.063

Pertumbuhan ini menandai kembalinya peran strategis Stasiun Pegaden Baru dalam melayani perjalanan jarak jauh bagi warga Subang. Sebelumnya, stasiun ini sempat mengalami pembatasan layanan untuk naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh.

"Kenaikan serupa juga terlihat pada jumlah pelanggan yang turun di stasiun tersebut," ujar Anne.

Masyarakat kini memiliki pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat dibandingkan harus menuju Stasiun Haurgeulis atau Bandung. Keberadaan stasiun ini dinilai sangat krusial bagi wilayah Kabupaten Subang yang memiliki luas mencapai 2.051,76 kilometer persegi.

"Dari 3.146 orang pada 2022, jumlahnya melonjak menjadi 8.422 pada 2023, lalu 12.612 pada 2024, meningkat menjadi 14.142 pada 2025, dan kembali bertambah hingga 16.063 pelanggan pada kuartal I 2026."

Berbagai rangkaian kereta api kelas ekonomi hingga premium kini berhenti secara reguler untuk melayani kebutuhan transportasi warga setempat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pergerakan orang di wilayah pengembangan Pelabuhan Patimban.

"Kami melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh," ujar Anne.

Konektivitas yang lebih luas memungkinkan penduduk setempat mengakses berbagai potensi daerah, termasuk objek wisata pegunungan dan pantai dengan lebih efisien. Kemudahan akses ini secara langsung mengubah pola perencanaan perjalanan masyarakat di Subang.

"Pegaden Baru kembali digunakan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam."

Sejumlah kereta api jarak jauh seperti KA Airlangga, KA Bengawan, dan KA Brantas menjadi andalan masyarakat untuk bepergian antarprovinsi melalui stasiun ini. Ketersediaan pilihan jadwal operasional memberikan fleksibilitas bagi para pelanggan.

"Perjalanan dengan kereta api kini semakin mudah dijangkau," kata Anne.

Integrasi transportasi ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan wilayah melalui keterhubungan yang solid antara pusat ekonomi dan daerah penyangga. KAI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan layanan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

"Masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya, baik untuk aktivitas rutin maupun momen di akhir pekan."

Evaluasi terhadap pola perjalanan pelanggan menjadi landasan bagi KAI dalam menentukan kebijakan operasional stasiun-stasiun di wilayah operasionalnya. Sinergi antara infrastruktur transportasi dan potensi ekonomi lokal menjadi fokus utama perusahaan.

"Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kami," ujar Anne.

Penguatan konektivitas kereta api diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan penyempurnaan fasilitas di berbagai stasiun strategis. Hal ini menjadi kunci utama dalam mempermudah aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

"Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan dapat direncanakan dengan lebih mudah dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai wilayah," tegasnya.