Volume penumpang Commuter Line Jabodetabek tercatat tetap tinggi dan menembus angka lebih dari 1 juta pengguna pada pelaksanaan perdana kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat.
Data PT KAI Commuter menunjukkan sebanyak 1.041.319 orang menggunakan layanan kereta pada Jumat (10/3/2026), yang menandakan moda transportasi ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat di tengah penyesuaian pola kerja pegawai pemerintah.
Dilansir dari Kompas, operasional layanan tetap berjalan normal dengan 1.065 perjalanan setiap harinya untuk mengakomodasi mobilitas warga di wilayah penyangga ibu kota.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda memberikan penjelasan mengenai ketergantungan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel tersebut dalam keterangan resminya.
"Rata-rata setiap hari kerja, hampir 1,1 juta masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk transportasi dan aktivitas hariannya," kata Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter.
Meskipun angka total harian tetap tinggi, penurunan volume penumpang terpantau terjadi secara spesifik pada jam sibuk pagi hari hingga pukul 10.00 WIB.
Pihak pengelola mencatat adanya penurunan sebesar 20 persen dibandingkan Jumat sebelumnya, di mana jumlah pengguna berkurang dari 376.186 orang menjadi 300.180 orang pada periode waktu tersebut.
Sejumlah stasiun keberangkatan utama turut mengalami pengurangan arus penumpang yang cukup signifikan pada pagi hari.
| Stasiun Bogor | 7.484 orang | 29,3% |
| Stasiun Bekasi | 16.825 orang | 27,2% |
| Stasiun Sudimara | 8.958 orang | 32,5% |
Secara kumulatif, tren penggunaan layanan Commuter Line Jabodetabek masih berada dalam jalur pertumbuhan positif sepanjang triwulan I tahun 2026.
Total pengguna pada periode Januari hingga Maret 2026 menyentuh angka 86,8 juta orang, atau mengalami kenaikan sebesar 5,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·