Kabar Baik! Rutin Makan Telur Disebut Bisa Kurangi Risiko Alzheimer

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Selama ini konsumsi telur kerap dibatasi karena khawatir kandungan kolesterolnya tinggi. Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan hasil berbeda.

Selain harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan di mana-mana, telur menjadi salah satu makanan sehari-hari yang bisa disulap jadi berbagai jenis makanan sampai bahan untuk membuat kue.

Selain itu, studi baru menemukan konsumsi telur dalam jumlah wajar disebut berkaitan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer, salah satu penyakit degeneratif yang menyerang fungsi otak dan memori.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari NYPost (11/05/2026), temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal The Journal of Nutrition oleh tim peneliti yang dipimpin Dr. Jisoo Oh. Penelitian dilakukan terhadap hampir 40 ribu lansia berusia 65 tahun ke atas yang terdaftar sebagai peserta Medicare. Seluruh peserta tidak memiliki diagnosis Alzheimer pada awal penelitian.

Tasty diet dish for breakfast or lunch. Scrambled eggs on plate over white stone background. Healthy food. Top view, flat layTelur orak-arik. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tatiana Volgutova

Riset berlangsung selama lebih dari 15 tahun. Para peserta diminta mengisi kuesioner mengenai pola makan mereka, termasuk frekuensi konsumsi telur.

Dari data tersebut, peneliti membagi peserta ke dalam beberapa kelompok, mulai dari yang hampir tidak pernah makan telur hingga peserta yang mengonsumsi telur lima kali atau lebih dalam seminggu.

Selama masa penelitian, sebanyak 2.858 peserta didiagnosis Alzheimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi telur satu kali dalam seminggu memiliki risiko Alzheimer 17% lebih rendah dibanding mereka yang jarang makan telur. Risiko tersebut turun menjadi 20% pada kelompok yang makan telur dua hingga empat kali seminggu.

Boiled eggs in egg cup on a white plateBoiled eggs in egg cup on a white plate Foto: Getty Images/iStockphoto/Nirad

Sementara itu, kelompok yang paling sering mengonsumsi telur, yakni lima kali atau lebih setiap minggu, diketahui memiliki risiko Alzheimer 27% lebih rendah.

"Kesimpulan utamanya adalah konsumsi telur dalam jumlah moderat secara konsisten dikaitkan dengan risiko Alzheimer yang lebih rendah," ujar Dr. Jisoo Oh.

Peneliti juga menemukan bahwa manfaat ini tetap terlihat meski telah memperhitungkan faktor lain seperti pola makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan peserta.

Menurut Dr. Oh, telur mengandung berbagai nutrisi penting untuk kesehatan otak, seperti kolin, vitamin B12, lutein, dan asam lemak omega-3. Sebagian besar nutrisi tersebut terdapat pada kuning telur.

"Lebih dari 90% kolin dalam telur berasal dari kuning telur," jelasnya.

Group of brown raw chicken eggs, one is broken, yolk egg visible, isolated on white, studio shot.Group of brown raw chicken eggs, one is broken, yolk egg visible, isolated on white, studio shot. Foto: iStock

Kolin diketahui berkaitan dengan penurunan risiko gangguan kognitif dan demensia. Sementara omega-3 dipercaya membantu menjaga kesehatan membran sel otak, memperlancar komunikasi antarsel saraf, hingga mengurangi peradangan.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa telur bukan makanan ajaib atau obat utama untuk mencegah Alzheimer. Manfaatnya tetap perlu didukung pola makan sehat secara keseluruhan.

Dr. Oh juga menambahkan bahwa manfaat terbesar berasal dari konsumsi telur utuh, bukan hanya putih telurnya saja. Sebab sebagian besar nutrisi penting untuk otak justru terdapat pada kuning telur.

Cara memasak telur juga dinilai berpengaruh. Merebus telur dianggap lebih baik dibanding menggorengnya dengan tambahan lemak berlebih.


(sob/adr)