KAI Pulihkan 99 Persen Operasional Kereta Usai Insiden Bekasi Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Operasional perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dilaporkan telah mencapai tingkat normal sebesar 99 persen oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pasca insiden di Stasiun Bekasi Timur. Pemulihan ini mencakup ketepatan waktu keberangkatan yang mencapai 99,31 persen bagi ratusan perjalanan pada Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan data operasional, sebanyak 143 dari total 144 perjalanan KAJJ tercatat berangkat sesuai jadwal yang ditentukan. Sementara untuk aspek kedatangan, dilansir dari Money, terdapat 99 dari 140 perjalanan kereta api yang berhasil tiba tepat waktu di lokasi tujuan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pihak manajemen terus melakukan pengaturan operasional secara terukur guna mengembalikan layanan sepenuhnya. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam proses normalisasi jadwal tersebut.

"Sebagian besar perjalanan kereta api sudah kembali berjalan sesuai jadwal. Kami terus memastikan pengaturan operasional dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan, sehingga layanan dapat kembali sepenuhnya normal," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Terkait administrasi penumpang yang terdampak, PT KAI telah menyelesaikan proses pengembalian dana atau refund untuk 20.750 tiket KAJJ hingga tanggal 1 Mei pukul 08.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan selama masa pemulihan.

"KAI terus menjaga konsistensi layanan dan memastikan perjalanan kereta api dapat kembali berjalan optimal seiring proses pemulihan yang berlangsung," jelas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Selain aspek operasional, perusahaan juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban meninggal dunia. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, secara langsung menemui perwakilan keluarga untuk memberikan dukungan materiil dan moril.

"Dalam situasi yang berat ini, kami ingin keluarga tetap merasa didampingi. Untuk salah satu anak dari korban meninggal dunia, KAI memberikan jaminan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan agar dapat melanjutkan sekolah dengan baik," jelas Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Sebagai bentuk layanan menyeluruh, KAI mendirikan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur yang berfungsi melayani kebutuhan administrasi dan pendampingan psikologis. Layanan ini mencakup pemberian bantuan bagi para pelanggan maupun keluarga korban yang membutuhkan penanganan khusus.

"Kami memahami bahwa pemulihan mencakup kondisi fisik dan psikologis. Karena itu, KAI terus memfasilitasi pendampingan, termasuk layanan trauma healing, agar keluarga dan pelanggan dapat melalui masa ini dengan lebih tenang," jelas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.