KAI Tutup 80 Perlintasan Sebidang Guna Tingkatkan Keselamatan Komuter

Sedang Trending 48 menit yang lalu

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merealisasikan penutupan 80 perlintasan sebidang dari total 172 titik yang ditargetkan karena kondisi terbatas. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan angka kecelakaan di jalur kereta api.

KAI mencatat ada 1.810 titik perlintasan sebidang yang tidak memiliki penjagaan di berbagai wilayah. Berdasarkan data tersebut, sebanyak 172 titik masuk dalam kategori wajib ditutup total demi keamanan perjalanan, seperti dilansir dari Detik Finance.

Keputusan penutupan ini disampaikan langsung oleh pihak manajemen dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat pada Kamis (21/5/2026).

"Per hari kemarin dari 172 (titik perlintasan sebidang), Alhamdulillah telah kami tutup 80," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI (Persero).

Manajemen KAI juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah setempat. Koordinasi tersebut bertujuan untuk memasang palang pintu di 1.638 titik perlintasan sebidang lainnya yang menjadi prioritas peningkatan keselamatan.

"Ini sebagai tanggap atau respon perbaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya dan termasuk JPL (Jalur Perlintasan Langsung) 86 yang kemarin Jalan Ampera itu kami telah pasang dan bekerjasama dengan Dishub Bekasi telah dijaga yang JPL 86," tambah Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI (Persero).

Selain dengan pemerintah daerah, KAI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk melakukan inspeksi bersama di ribuan titik tersebut. Proses pembuatan komponen keselamatan pun sedang berjalan.

"Kami sudah melakukan fabrikasi untuk alat-alatnya dan segera kami akan pasang, segera dengan Kementerian Perhubungan," terang Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI (Persero).

Pertemuan dengan legislatif tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk mempercepat tindakan riil di lapangan. Evaluasi atas serangkaian peristiwa kecelakaan sebelumnya juga menjadi dasar penguatan program ini.

"Pengalaman menunjukkan bahwa penjagaan perlintasan mampu menekan risiko kecelakaan secara signifikan. Karena itu, langkah penjagaan, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi harus dijalankan secara bersamaan," papar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI (Persero).

Bentuk mitigasi risiko ke depan juga akan melibatkan pembaruan sistem teknologi keselamatan internal KAI. Implementasi sistem berbasis komunikasi, GPS, hingga digitalisasi otomatisasi operasional akan diperkuat guna mendeteksi potensi bahaya secara lebih responsif.