Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak generasi muda Indonesia untuk saling bergandengan tangan menghadapi berbagai krisis global sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Menurut keterangan Sekretariat Wapres diterima di Jakarta, Kamis, Wapres Gibran saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Badung, Bali pada hari ini menyampaikan kondisi global saat ini penuh dinamika dan membutuhkan kolaborasi antargenerasi muda.
"Ini adalah momen-momen yang penuh dinamika, ini adalah krisis global, geopolitik yang tidak menentu, perang dagang, perang tarif, perubahan iklim, disrupsi teknologi, ini waktunya anak-anak muda, sesama anak muda saling bergandengan tangan," kata Gibran.
Pesan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan keterlibatan generasi muda dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan potensi daerah guna menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia maju.
Baca juga: Ribuan personel amankan kedatangan Wapres di Kupang dan Rote Ndao
Menurut Wapres, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, terlebih Indonesia akan memasuki bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif.
"Pemerintah tidak bisa sendiri, apalagi nanti kita ada bonus demografi, di mana sebagian besar penduduk kita, ada pada usia yang produktif," jelasnya.
Karena itu, dia menekankan pentingnya momentum bonus demografi dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing generasi muda Indonesia.
"Dan ini adalah saat yang sangat penting, sangat krusial, karena momen ini hanya datang satu kali dan tidak akan terulang lagi. Karena itu saya berpesan sekali lagi, anak-anak muda harus saling bergandengan tangan," kata Wapres.
Baca juga: Wapres soroti pentingnya penguatan nilai toleransi dan moderasi
Wapres secara khusus, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif terlibat dalam penguatan pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerataan pendidikan, kesehatan dan transformasi digital di daerah-daerah terpencil.
Wapres sendiri beberapa kali mengunjungi berbagai wilayah di Papua untuk memastikan program-program pemerintah dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
"Kalau bisa, mungkin kunjungan berikutnya kita ajak teman-teman Pemuda Muhammadiyah ke Papua agar tahu keadaan riil dan bagaimana tantangan di sana. Karena Pemuda Muhammadiyah pasti sangat konsen terhadap masalah kesehatan dan pendidikan," ujar Wapres.
Baca juga: Wapres ajak gubernur seluruh Indonesia promosikan wisata lewat BBTF
Wapres menegaskan, "Saya tidak maksa, tapi kalau bersedia, ya kita ajak"
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah karena konsisten melahirkan kader-kader muda unggul dan berakhlak yang kini berkontribusi di berbagai sektor strategis nasional.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
37 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·