KAI Ungkap Penyebab Gangguan Tabrakan Kereta Argo Bromo dan KRL

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi terjadinya kecelakaan yang melibatkan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) malam pukul 20.52 WIB.

Insiden yang terjadi di wilayah Bekasi tersebut diduga berawal dari adanya gangguan pada sistem operasional perkeretaapian di area lokasi kejadian, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, terdapat laporan mengenai kendaraan yang menemper di perlintasan sebidang di sekitar area tersebut.

"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujar Bobby, Direktur Utama PT KAI.

Pihak manajemen KAI saat ini telah berkoordinasi dengan otoritas terkait guna melakukan investigasi mendalam terhadap faktor teknis yang memicu tabrakan kedua rangkaian kereta tersebut.

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambung Bobby, Direktur Utama PT KAI.

Langkah penanganan segera dilakukan melalui proses evakuasi gerbong yang terdampak, dengan prioritas memindahkan rangkaian yang mengalami kerusakan agar jalur bisa segera pulih.

"Rangkaian dari Kereta Argo Bromo Anggrek telah kita lakukan pemotongan, sebagian dari rangkaian, mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi," terang Bobby, Direktur Utama PT KAI.

Bobby juga mengonfirmasi posisi para korban dalam insiden ini, yang mana seluruhnya merupakan pengguna jasa layanan kereta rel listrik.

" (Korban) Di KRL, di KRL gerbong terakhir," tutur Bobby, Direktur Utama PT KAI.