Kalaksa BPBD se-Indonesia belajar mitigasi bencana di Bogor

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kota Bogor (ANTARA) - Sebanyak 67 Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) dari berbagai wilayah di Indonesia belajar mitigasi bencana di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, dalam rangkaian Senior Disaster Management Training (SDMT) digelar BNPB.

Rombongan dipimpin Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kheriawan dengan disambut Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor.

Kheriawan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran bagi para Kalaksa BPBD terkait penanganan pasca-bencana dan mitigasi kebencanaan di daerah.

“SDMT ini melakukan kunjungan ke daerah yang dianggap berhasil dalam penanganan pasca-bencana. Kota Bogor juga memiliki early warning system terkait ancaman tanah longsor dan banjir,” katanya.

Ia menjelaskan peserta pelatihan berasal dari tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi dari berbagai daerah mulai Sumatra hingga Papua.

Baca juga: BNPB: Petugas masih pantau dampak banjir di Luwu Timur

Menurut dia, selain memiliki sistem peringatan dini bencana, Kota Bogor juga dinilai aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Hal itu menjadi salah satu materi pembelajaran tambahan dalam SDMT,” ujarnya.

Ia berharap, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas para Kalaksa BPBD dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia.

“Terutama agar siap menghadapi tantangan-tantangan bencana, mengingat Indonesia memiliki risiko kebencanaan yang sangat tinggi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengaku bangga daerahnya menjadi salah satu rujukan pembelajaran mitigasi, tanggap darurat, hingga penanganan pasca-bencana.

“Berbagi pengalaman saya pikir tidak ada yang paling hebat. Namun pada dasarnya, ketangguhan anggota BPBD, kerja ikhlas, dan kerja cerdas menjadi poin utama,” kata dia.

Ia menegaskan loyalitas personel BPBD dalam penanggulangan bencana harus tetap dijaga dalam berbagai kondisi.

Ia berharap, pengalaman yang dimiliki Kota Bogor dapat menjadi referensi bagi para kalaksa dalam menentukan langkah penanggulangan bencana di daerah masing-masing.

Menurut dia, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan yang dihadapi BPBD di berbagai daerah, terutama dalam penanganan pasca-bencana.

“Maka dari itu, akan diusulkan dalam perubahan Perda SOTK Kota Bogor tahun ini, BPBD diperkuat dengan dukungan belanja tidak terduga,” ujarnya.

Baca juga: BNPB: Empat rakit dioperasikan percepat penanganan banjir Konawe Utara

Baca juga: BNPB: Semua korban erupsi Gunung Dukono telah ditemukan

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.