Kanada Waspadai Invasi Kutu Beracun Pembawa Penyakit dari Amerika Serikat

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Pemerintah Kanada mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk bersiap menghadapi ancaman invasi kutu dari Amerika Serikat. Berbagai spesies kutu pembawa patogen berbahaya dilaporkan tengah menyebar dan berupaya berkembang biak di wilayah Kanada.

Dikutip dari Detik iNET, saat ini telah teridentifikasi lebih dari 40 jenis kutu yang tersebar di wilayah Kanada. Salah satu yang paling diwaspadai adalah kutu berkaki hitam atau kutu rusa yang dikenal sebagai pembawa bakteri penyebab penyakit Lyme.

Penyakit Lyme umumnya memicu gejala berupa demam, kelelahan, serta ruam kulit yang khas berbentuk mata sapi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan komplikasi serius pada persendian, jantung, hingga sistem saraf manusia.

Nicoletta Faraone selaku pemimpin Canadian Tick Research and Innovation Center mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terkait penularan penyakit ini. Ia menekankan bahwa vaksin penyakit Lyme saat ini belum tersedia bagi publik.

"Saya bisa katakan masyarakat sangat khawatir dan takut akan penularan penyakit bawaan kutu. Kita belum punya vaksin penyakit Lyme, meski kita sangat tahu kutu membawa banyak patogen. Jadi, vaksin untuk Lyme bukan solusi terbaik untuk melindungi dari ancaman ini," kata Nicoletta Faraone.

Para ilmuwan mengamati pergerakan spesies kutu lain dari wilayah utara Amerika Serikat menuju Kanada. Beberapa jenis kutu baru telah ditemukan di area Nova Scotia, meskipun populasinya belum terpantau berkembang biak secara masif.

Kutu lone star menjadi perhatian khusus karena memiliki kemampuan memicu alergi daging pada korbannya. Patty O'Brien-Carrier, seorang pekebun, menceritakan pengalamannya saat mengalami syok setelah digigit kutu jenis ini.

"Seluruh tubuh saya gatal dan bentol-bentol kemerahan, lalu napas saya semakin pendek hingga pada titik di mana tidak bisa bernapas. Reaksi itu menutup jalan napas sehingga Anda benar-benar tidak bisa bernapas. Dan kemudian, jika Anda tidak segera mendapatkan pertolongan, Anda bisa langsung meninggal," ujar Patty O'Brien-Carrier.

Fasilitas penelitian di Acadia kini tengah melakukan studi mendalam terhadap kutu lone star dan jenis lainnya. Peneliti menggunakan mesin dengan kulit sintetis untuk mempelajari perilaku kutu anjing Amerika saat mengonsumsi darah.

Menurut Faraone, riset ini bertujuan untuk memahami karakteristik kutu lebih jauh. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat membantu pengembangan produk pembasmi kutu yang lebih efektif di masa depan.

"Jadi, dengan memiliki mereka di sini, mempelajari mereka, menguji perilaku dan respons mereka, serta melihat jenis patogen yang mereka bawa, hal tersebut dapat membantu kita untuk lebih bersiap dan waspada menghadapi mereka," kata Nicoletta Faraone.

Selain ancaman bagi manusia, kutu tanduk panjang Asia juga menjadi ancaman bagi sektor peternakan di Nova Scotia. Kutu jenis ini dapat menyebabkan anemia akut pada sapi ternak yang berujung pada kematian jika tidak ditangani.

Tim Marsh, seorang peternak sapi potong, menyatakan kewaspadaannya terhadap tanda-tanda penyakit pada hewan ternaknya. Ia mengkhawatirkan dampak ekonomi yang besar jika infestasi kutu ini menyerang kawanan sapinya.

"Kerugiannya bisa langsung mencapai beberapa ribu dolar bergantung usia hewan. Jika itu sapi bunting, maka Anda kehilangan dua hewan sekaligus. Kerugiannya bisa membengkak dalam sekejap," kata Tim Marsh.