Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menerapkan komunikasi yang humanis guna memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri pada Rabu (22/4/2026). Arahan ini disampaikan di Mapolda Riau sebagai langkah strategis dalam membangun citra positif kepolisian di tengah masyarakat.
Pengukuran keberhasilan instansi kepolisian kini tidak lagi hanya bertumpu pada pencapaian operasional di lapangan semata. Dilansir dari Detikcom, Irjen Herry Heryawan menekankan pentingnya cara penyampaian informasi yang tepat kepada khalayak luas sebagai standar baru kinerja jajarannya.
"Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari tindakan di lapangan, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan humanis kepada masyarakat," ujar Irjen Herry Heryawan, Kapolda Riau.
Jenderal yang akrab disapa Herimen tersebut memperingatkan bahwa penggunaan cara-cara represif dapat berbalik merugikan institusi jika tidak dibarengi dengan pola komunikasi yang memadai. Menurutnya, keseimbangan antara tindakan tegas dan penjelasan publik sangat krusial saat ini.
"Pendekatan yang terlalu represif tanpa komunikasi yang baik justru kontraproduktif terhadap upaya membangun kepercayaan masyarakat," tegas Irjen Herry Heryawan, Kapolda Riau.
Selain masalah komunikasi, personel diminta tetap memegang teguh integritas dan cepat beradaptasi dengan dinamika zaman, termasuk tantangan di ruang digital. Kapolda menyoroti perlunya peningkatan literasi publik mengenai regulasi digital seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Fokus arahan Kapolda juga tertuju pada stabilitas keamanan di tengah ketidakpastian geopolitik global akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Herimen meminta anggota Polri memiliki kepekaan krisis terhadap dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat di daerah.
Salah satu dampak nyata yang menjadi perhatian adalah penutupan Selat Hormuz yang memicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) hingga menyebabkan lonjakan harga di pasar domestik. Seluruh jajaran diminta melakukan langkah antisipasi guna meredam potensi gejolak sosial akibat situasi ekonomi tersebut.
Dalam pertemuan itu, Kapolda mendorong dilakukannya evaluasi objektif terhadap seluruh program kerja, terutama pada implementasi kebijakan pemolisian masyarakat atau community policing. Upaya ini bertujuan agar manfaat kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh warga hingga ke lapisan paling bawah.
Komitmen penjagaan integritas internal organisasi turut ditegaskan kembali oleh pucuk pimpinan Polda Riau tersebut. Ia menjamin tidak ada ruang bagi personel yang melanggar hukum, khususnya mereka yang terbukti terlibat dalam peredaran atau penggunaan narkotika.
"Jika ditemukan, saya minta ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas Irjen Herry Heryawan, Kapolda Riau.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·