Kasus Pemukulan Pelari di Yogya Berakhir Damai

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi lari maraton. Foto: AFP/ Jewel SAMAD

Kasus pemukulan pelari di Yogyakarta berakhir damai. Sebelumnya, pria berinisial YG (21 tahun) dipukul orang tak dikenal (OTK) saat mengikuti sebuah event lari di Kota Yogyakarta, Minggu (3/5).

"Bahwa korban dan pelaku sepakat diselesaikan secara kekeluargaan," kata Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, Senin (4/5).

Dengan kesepakatan damai ini, kasus ini tak berlanjut ke ranah pidana.

"Tidak (berlanjut ranah hukum)," katanya.

Video permintaan maaf pelaku ini juga diunggah oleh penyelenggara event lari di media sosial.

"Selamat siang saya atas nama Edo meminta maaf sebesar-besarnya terhadap pihak korban Mas Galang dan kepada pelari Jogja 10 K. Dan juga terkhususnya untuk masyarakat Yogyakarta dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan yang saya lakukan sama Mas Galang di kemudian hari," kata pelaku.

"Dari saya selaku korban, di sini saya memaafkan Mas Edo. Saya cuma berpesan agar kejadian ini tidak terulang kembali di kota mana pun di daerah mana pun karena khususnya di jogja ini berhati istimewa. Permintaan maaf Mas Edo saya terima dan saya maafkan," kata korban.

instagram embed

Diberitakan sebelumnya, seorang pria berinisial YG (21 tahun) dipukul orang tak dikenal (OTK) saat mengikuti sebuah event lari di Kota Yogyakarta, Minggu (3/5). Korban telah melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS mengatakan mengatakan saat itu YG sedang berhenti untuk mengambil air minum.

"Tiba-tiba korban dianiaya oleh orang tidak dikenal menggunakan tangan kosong, yang mengakibatkan korban mengalami nyeri di bagian kepala, leher, dan pundak," jelasnya.

YG sempat mendatangi tim medis usai kejadian. Ia sempat dikompres dan melanjutkan kembali perlombaan hingga selesai.