Kebakaran Kilang Minyak Viva Energy Australia Ganggu Produksi Bensin

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kebakaran besar melanda kilang minyak Geelong milik Viva Energy Group Ltd di Australia tenggara pada Kamis, 16 April 2026, yang mengakibatkan pengurangan kapasitas produksi bensin dan avtur secara signifikan. Dilansir dari Bloombergtechnoz, insiden ini terjadi di tengah kondisi pasar energi global yang sudah tertekan akibat konflik di Timur Tengah.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa operasional kilang tetap berjalan namun dalam kapasitas yang sangat terbatas guna mengevaluasi kerusakan fisik akibat api. Meskipun produksi terganggu, Viva Energy menyatakan tidak ada dampak langsung terhadap ketersediaan pasokan bahan bakar karena perusahaan telah menyiapkan skema impor pengganti.

Layanan darurat melaporkan bahwa api berhasil dipadamkan tak lama setelah tengah hari waktu setempat setelah tim pemadam bekerja sejak Rabu malam pukul 23.00. Kilang Geelong merupakan infrastruktur krusial yang mengolah sekitar 120.000 barel minyak mentah per hari dan memenuhi separuh kebutuhan bahan bakar negara bagian Victoria.

Dua unit pemrosesan utama terpaksa dinonaktifkan sepenuhnya untuk memastikan prosedur keselamatan di lokasi kejadian. Unit yang terdampak berfungsi mengubah gas petroleum cair (LPG) menjadi bahan campuran bensin standar, sementara unit produksi bahan bakar jet dilaporkan tidak mengalami kerusakan teknis.

"Kami hanya akan mulai meningkatkan produksi lagi setelah kami yakin bahwa kami dapat melakukannya dengan aman," ujar Scott Wyatt, CEO Viva Energy. Wyatt menambahkan bahwa program impor perusahaan saat ini sudah terjadwal penuh untuk beberapa bulan ke depan guna menutup celah produksi yang hilang.

Analis dari Jefferies Financial Group Inc, Michael Simotas, menilai risiko kekurangan pasokan memang meningkat, namun pasar bensin saat ini masih cukup longgar. Para importir lain diprediksi mampu membantu menjaga stabilitas stok agar dampak pada ritel kebutuhan sehari-hari tetap minimal bagi konsumen.

Kevin Morrison, analis dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), memperingatkan bahwa ketergantungan pada kilang Asia akan meningkat jika perbaikan memakan waktu lama. Hal ini dapat memicu kenaikan harga karena permintaan produk olahan internasional melonjak saat pasokan global sedang sangat terbatas.

Hingga saat ini, seluruh staf kilang dipastikan dalam keadaan selamat dan tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Perdagangan saham Viva Energy telah dihentikan sementara hingga Senin depan menunggu pengumuman resmi lebih lanjut mengenai total dampak kerugian finansial akibat kebakaran.