Kebun Raya Banua Kalsel temukan 56 spesies tumbuhan langka

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Banjarbaru (ANTARA) - UPTD Kebun Raya Banua Provinsi Kalimantan Selatan menemukan 56 spesies tumbuhan khas daerah hasil eksplorasi di Desa Dukuh Rejo, Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu sebagai upaya menyelamatkan flora langka yang mulai sulit ditemukan di habitat alami.

Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Exsitu UPTD Kebun Raya Banua Kalsel, Muhammad Ferza Listyannoor mengatakan kegiatan eksplorasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu menyasar kawasan sekitar Gua Liang Bangkai yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati cukup tinggi.

“Pelaksanaan eksplorasi ini merupakan bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi. Kami berupaya mencari dan menyelamatkan tanaman-tanaman khas Kalimantan Selatan yang mulai langka agar tetap dapat dikenal oleh generasi mendatang," ujar Ferza di Banjarbaru, Kamis.

Baca juga: Lima flora langka di Indonesia dan upaya pelestariannya

Ia menjelaskan selama kegiatan berlangsung tim berhasil menemukan sebanyak 56 spesies tumbuhan yang didominasi jenis anggrek, begonia, tanaman hias, serta kelompok kladi-kladian yang memiliki nilai konservasi dan potensi pengembangan koleksi tumbuhan khas Kalimantan.

“Seluruh tumbuhan hasil eksplorasi tersebut dibawa ke Kebun Raya Banua untuk dibudidayakan dan dirawat secara intensif melalui sistem konservasi exsitu agar mampu beradaptasi dan tumbuh baik sebelum dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi maupun pelestarian,” katanya.

Ia menuturkan proses adaptasi menjadi tahapan penting karena tidak seluruh tanaman yang diambil dari habitat alami dapat langsung hidup di kawasan konservasi sehingga memerlukan perlakuan khusus, mulai dari pengaturan kelembapan hingga media tanam yang sesuai dengan karakter masing-masing spesies.

Jika berhasil tumbuh, kata dia, nantinya tanaman tersebut bisa menjadi koleksi konservasi sekaligus dibagikan untuk kepentingan edukasi maupun pelestarian.

Baca juga: Puspa langka Rafflesia arnoldii mekar tarik pengunjung lintas provinsi

Ia menambahkan eksplorasi tahun ini tidak hanya berfokus mengambil tumbuhan dari alam, tetapi juga mengedepankan konsep timbal balik konservasi melalui pengembalian bibit tanaman langka yang sebelumnya telah berhasil dikembangbiakkan di Kebun Raya Banua ke habitat asalnya.

Dia mencontohkan jenis meranti-merantian yang beberapa tahun lalu diselamatkan melalui kegiatan eksplorasi, kini telah tumbuh dan berkembang di Kebun Raya Banua, kemudian dibawa kembali ke wilayah Tanah Bumbu untuk mendukung pelestarian tumbuhan di kawasan asal.

“Sekarang tanaman meranti sudah semakin jarang ditemukan. Jadi ada timbal balik dalam kegiatan ini, bukan hanya Kebun Raya yang mendapatkan manfaat, tetapi masyarakat dan lingkungan di daerah juga merasakan dampaknya,” ujar Ferza.

UPTD Kebun Raya Banua berharap kegiatan eksplorasi tumbuhan tersebut dapat menjadi langkah nyata menjaga keberlangsungan flora khas Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari kekayaan sumber daya alam daerah.

Baca juga: Unmul bersama BRIN-YKAN temukan 1.618 flora fauna langka di Kaltim

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.