Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal dukungan dari China untuk memediasi negosiasi dengan Iran guna menyelesaikan konflik diplomatik dan membuka kembali Selat Hormuz pada Kamis, 14 Mei 2026. Langkah ini diambil menyusul laporan penyitaan sebuah kapal komersial di dekat Uni Emirat Arab yang memperkeruh situasi keamanan jalur energi global.
Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, Trump mengungkapkan hal tersebut saat melakukan kunjungan resmi kepada Presiden China Xi Jinping di Beijing. Gedung Putih melaporkan bahwa kedua pemimpin negara tersebut memiliki kesepakatan yang sama mengenai pentingnya menjaga arus energi tetap bebas melalui Selat Hormuz.
"Dia mengatakan dia tidak akan memberi mereka peralatan militer," kata Trump, Presiden AS.
Trump menjelaskan lebih lanjut mengenai kesediaan Xi Jinping untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di kawasan tersebut.
"Presiden Xi ingin melihat kesepakatan tercapai. Dia ingin melihat kesepakatan tercapai. Dan dia memang menawarkan, dia mengatakan jika saya dapat membantu, saya ingin membantu," kata Trump, Presiden AS.
Sebagai mitra diplomatik utama dan pembeli minyak terbesar Iran, China memiliki pengaruh signifikan terhadap Teheran. Sementara itu, ketegangan di lapangan meningkat setelah UK Maritime Trade Operations melaporkan penyitaan sebuah kapal komersial yang berjarak 38 mil laut dari pantai UEA pada Kamis pagi.
Kantor berita Fars yang mengutip sumber anonim menyebutkan bahwa sejumlah kapal China akan diizinkan melintasi selat tersebut setelah adanya diskusi dengan Beijing. Kapal-kapal tersebut nantinya harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak Iran.
Laporan dari televisi pemerintah Iran turut memperkuat informasi mengenai pergerakan kapal di titik krusial tersebut sejak Rabu malam.
"Lebih dari 30 kapal telah diizinkan melewati selat tersebut sejak Rabu malam," kata pejabat dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan sebagian besar ranjau laut milik Iran di wilayah tersebut untuk mengamankan jalur pelayaran.
"AS telah menghancurkan lebih dari 90% dari sekitar 8.000 ranjau laut milik Iran," kata komandan pasukan AS di Timur Tengah.
Pemerintah India mengecam keras aksi kekerasan di Teluk Oman setelah salah satu kapalnya terbakar dan tenggelam. Pejabat kementerian perhubungan laut India memastikan 14 awak kapal telah berhasil dievakuasi oleh otoritas Oman.
"tidak dapat diterima," kata pejabat India.
Hingga saat ini, stabilitas pasar energi masih tertekan dengan harga minyak mentah Brent yang bertahan di kisaran US$105 per barel. Iran tetap pada pendiriannya untuk tidak membuka Selat Hormuz secara penuh kecuali Amerika Serikat mencairkan aset mereka dan menghentikan blokade laut secara total.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·