Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Tewaskan 15 Orang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia setelah kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden maut tersebut terjadi akibat adanya satu unit taksi yang sempat terhenti di tengah perlintasan rel sebelum tertabrak rangkaian kereta.

Dilansir dari Detikcom, proses identifikasi jenazah masih berlangsung di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Hingga saat ini, sebanyak 10 jenazah telah selesai diidentifikasi oleh tim medis dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk proses pemakaman.

Salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini adalah Nur Alimantun Citra Lestari, seorang mahasiswi berusia 19 tahun. Rekan kampus korban bernama Riza menceritakan momen terakhir saat mereka berpisah di Stasiun Jatinegara sebelum kecelakaan terjadi.

"Memang pada saat itu tuh keretanya almarhumah itu beda sama jalur saya. Jadi ya biasanya kita peron satu sama dua, ini pisah di peron dua, saya peron dua dan dia di peron enam. Jadi memang kita pisahnya di bagian atas itu Jatinegara," kata Riza, Teman Korban.

Riza menuturkan bahwa kepastian mengenai nasib Citra baru didapatkan pada sore hari setelah sempat kehilangan kontak selama berjam-jam. Pihak rekan-rekan kampus korban bahkan sempat menyebarkan informasi kehilangan melalui media sosial.

"Terus dari malam jam 10 sampai tadi pagi belum ada kabar, akhirnya buat flyer segala macam untuk pencarian korban hilang sudah lama tuh. Sampai sore-sore tadi baru dikabarin ternyata almarhumah sudah berpulang," ucap Riza, Teman Korban.

Rekan korban lainnya, Catherine, menjelaskan bahwa pelacakan posisi terakhir Citra sempat dilakukan melalui fitur lokasi pada ponsel pintar. Berdasarkan data tersebut, posisi terakhir korban terdeteksi berada di area Stasiun Bekasi Timur pada dini hari.

"Terus pas dicek live location HP-nya tuh jam 1 ada di Stasiun Bekasi Timur, ya kan. Terus HP-nya masih di situ dan berusaha di-call juga sempat in another call juga, terus jam setengah tujuh tuh masih berdering, terus selebihnya jam 7 ke atas sudah off," ujar Catherine, Rekan Korban.

Menurut keterangan rekan-rekannya, Citra selama ini menetap di Jakarta bersama kakak kandungnya untuk menempuh pendidikan. Mahasiswi tersebut biasanya hanya kembali ke kampung halamannya di Jambi saat memasuki masa libur semester perkuliahan.

Kecelakaan ini bermula ketika sebuah taksi Green SM terjebak di tengah rel tidak jauh dari lokasi stasiun. Taksi tersebut kemudian tertemper oleh KRL yang tengah melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta, sebelum akhirnya melibatkan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek.