Kecelakaan Lalu Lintas Tewaskan Ratusan Pengendara Sepeda Motor Setiap Hari

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Setiap hari, antara dua hingga tiga orang meninggal dunia di jalan raya, dengan mayoritas korban adalah pengendara sepeda motor. Data ini menunjukkan tingginya angka kecelakaan yang mengkhawatirkan. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi sistem keselamatan nasional, terutama mengingat sepeda motor adalah moda transportasi utama di berbagai wilayah di Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, tingginya angka kematian di jalan raya menjadi ancaman serius. Data mencatat ada 153.930 kejadian kecelakaan terjadi di jalan lurus pada tahun 2026, 151.289 saat cuaca cerah, dan 134.365 yang terjadi pada siang hari. Data ini juga menunjukkan bahwa kecelakaan kerap terjadi bahkan ketika kondisi jalan dan cuaca relatif aman.

Rio Octaviano dari Dewan Pengawas Road Safety Association menekankan pentingnya peningkatan aspek kendaraan. Menurutnya, hal ini bukan menggantikan pilar keselamatan lain, melainkan menjadi kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa. Pemerintah sebenarnya telah memiliki kerangka lima pilar keselamatan jalan dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), namun implementasinya masih belum optimal, terutama dalam hal teknologi dan standar kendaraan.

Pendekatan sistemik terhadap keselamatan telah lama diterapkan di sektor lain, seperti penerbangan dan perkeretaapian. Namun, pendekatan serupa belum sepenuhnya diterapkan pada kendaraan roda dua, meskipun kontribusinya terhadap angka fatalitas jauh lebih besar. Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengatakan pemerintah terbuka terhadap penerapan teknologi keselamatan yang berkembang secara global.

Adrianto Sugiarto, praktisi keselamatan jalan dari ASEAN NCAP, menyampaikan bahwa 46 persen kecelakaan di Asia Tenggara melibatkan sepeda motor. Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu yang panjang, sementara nyawa terus melayang setiap hari. Teknologi menjadi salah satu langkah relevan untuk menekan angka fatalitas.

Studi dari POLAR UI mencatat bahwa sistem pengereman yang lebih stabil berpotensi menyelamatkan hingga 8.000 jiwa per tahun. Beberapa negara di Asia Tenggara telah mulai menerapkan teknologi keselamatan pada sepeda motor sebagai bagian dari standar minimum.

"Mengubah perilaku ratusan juta masyarakat membutuhkan waktu panjang. Sementara itu, nyawa terus melayang di jalan setiap hari. Dalam kondisi ini, teknologi menjadi salah satu langkah relevan untuk menekan fatalitas korban," ujar Adrianto Sugiarto.