Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) edisi kuartal I-2026 yang menunjukkan kinerja usaha tetap tumbuh positif meski mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya. Pengumuman yang disampaikan pada Jumat (17/4/2026) tersebut mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen.
Angka SBT pada kuartal pertama tahun ini terpantau lebih rendah daripada capaian kuartal sebelumnya yang menyentuh angka 10,61 persen. Dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai SBT yang positif mengindikasikan adanya ekspansi serta pertumbuhan kinerja pada sektor-sektor ekonomi di tanah air.
Laporan Bank Indonesia merinci bahwa sebagian besar lapangan usaha menunjukkan performa yang baik, terutama pada sektor jasa keuangan serta pertanian. Faktor musiman dan perayaan hari besar menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi masyarakat selama periode tersebut.
"Kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) tercatat positif, bersumber dari LU Jasa Keuangan, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor. Perkembangan ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian," terang laporan BI.
Selain indikator SBT, kapasitas produksi yang terpakai pada kuartal I-2026 justru menunjukkan kenaikan menjadi 73,33 persen dari sebelumnya 73,15 persen. Kondisi keuangan dunia usaha juga dinilai tetap stabil dengan likuiditas dan rentabilitas yang terjaga baik.
Bank sentral memprediksi kegiatan dunia usaha akan mengalami akselerasi signifikan pada kuartal II-2026 dengan target SBT mencapai 14,8 persen. Jika proyeksi ini tercapai, maka angka tersebut akan menjadi level tertinggi dalam kurun waktu hampir tiga tahun terakhir.
"Peningkatan kegiatan usaha diprakirakan terutama bersumber dari LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan, LU Pertambangan dan Penggalian didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, serta LU Konstruksi seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek," papar laporan BI.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·