Kejar Layangan Putus, Pelajar SMP di Sangatta Diserang Buaya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

PROKALTENG.CO-Seorang pelajar SMP di Kutai Timur menjadi korban serangan buaya saat bermain layang-layang di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Sangatta Utara, Rabu (13/5) sore. Korban mengalami luka robek di kaki kiri dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit PKT Sangatta.

Korban diketahui bernama Andi Alifiansyah (13), siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sangatta Selatan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 Wita di aliran sungai kecil sekitar dermaga.

Sebelum kejadian, korban bermain layang-layang bersama teman-temannya sejak siang hari. Layangan yang dimainkan kemudian putus dan jatuh ke area perairan dekat dermaga.

Andi lalu turun ke sungai dengan kedalaman sekitar satu meter untuk mengambil layangan tersebut. Namun, saat berada di dalam air, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menggigit kaki kirinya.

Teriakan korban membuat teman-temannya panik. Salah seorang saksi, Muhammad Aidil, mengaku langsung berlari ke arah korban setelah mendengar teriakan minta tolong.

“Korban sempat ditarik buaya, tetapi berhasil diselamatkan setelah temannya berusaha menariknya ke pinggir,” ujarnya.

Warga yang berada di sekitar dermaga kemudian ikut membantu proses evakuasi. Tak lama berselang, buaya tersebut melepaskan gigitannya dan kembali masuk ke sungai.

Electronic money exchangers listing

Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans PMI ke Rumah Sakit PKT Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis.

Insiden itu sempat membuat warga dan pengunjung dermaga panik. Kawasan Kenyamukan sendiri dikenal sebagai area perairan yang beberapa kali dilaporkan menjadi habitat buaya liar.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama terhadap anak-anak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir sungai atau kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya. Keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila melihat kemunculan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas masyarakat.

“Saat ini korban masih menjalani penanganan medis di Rumah Sakit PKT Sangatta. Kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)

PROKALTENG.CO-Seorang pelajar SMP di Kutai Timur menjadi korban serangan buaya saat bermain layang-layang di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Sangatta Utara, Rabu (13/5) sore. Korban mengalami luka robek di kaki kiri dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit PKT Sangatta.

Korban diketahui bernama Andi Alifiansyah (13), siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sangatta Selatan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 Wita di aliran sungai kecil sekitar dermaga.

Sebelum kejadian, korban bermain layang-layang bersama teman-temannya sejak siang hari. Layangan yang dimainkan kemudian putus dan jatuh ke area perairan dekat dermaga.

Electronic money exchangers listing

Andi lalu turun ke sungai dengan kedalaman sekitar satu meter untuk mengambil layangan tersebut. Namun, saat berada di dalam air, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menggigit kaki kirinya.

Teriakan korban membuat teman-temannya panik. Salah seorang saksi, Muhammad Aidil, mengaku langsung berlari ke arah korban setelah mendengar teriakan minta tolong.

“Korban sempat ditarik buaya, tetapi berhasil diselamatkan setelah temannya berusaha menariknya ke pinggir,” ujarnya.

Warga yang berada di sekitar dermaga kemudian ikut membantu proses evakuasi. Tak lama berselang, buaya tersebut melepaskan gigitannya dan kembali masuk ke sungai.

Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans PMI ke Rumah Sakit PKT Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis.

Insiden itu sempat membuat warga dan pengunjung dermaga panik. Kawasan Kenyamukan sendiri dikenal sebagai area perairan yang beberapa kali dilaporkan menjadi habitat buaya liar.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama terhadap anak-anak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir sungai atau kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya. Keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila melihat kemunculan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas masyarakat.

“Saat ini korban masih menjalani penanganan medis di Rumah Sakit PKT Sangatta. Kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)