Kekacauan Suporter Warnai Pekan Terakhir Ligue 1 Prancis

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Aksi invasi lapangan dan pelemparan suar oleh suporter mewarnai pertandingan pekan terakhir Ligue 1 Prancis musim 2025-2026 pada Minggu (17/5/2026) malam waktu setempat. Insiden tersebut merusak momentum penutupan kompetisi tertinggi sepak bola Prancis yang tengah menentukan nasib zona Eropa dan degradasi.

Dilansir dari koranmanado.co.id, kerusuhan parah terjadi pada laga antara OGC Nice melawan Toulouse, di mana suporter Nice menyerbu lapangan begitu peluit panjang berbunyi. Akibat kekalahan dalam pertandingan tersebut, Nice tertahan di peringkat ke-16 klasemen akhir dan harus melakoni babak playoff promosi-degradasi melawan Saint-Etienne.

Kekacauan serupa menimpa laga antara FC Nantes dan Toulouse FC di Stadion La Beaujoire yang membuat pertandingan terpaksa dihentikan sementara. Dilansir dari mediakompeten.co.id, situasi di dalam stadion sempat mengalami kekacauan yang memicu intervensi langsung dari pasukan pengaman CRS akibat kepastian degradasi FC Nantes ke Ligue 2.

Aksi suporter dari tribun Tribune Loire tersebut terjadi pada menit ke-22 saat kedudukan masih imbang 0-0. Dilansir dari harianbasis.co, para pendukung menyalakan bom asap serta turun ke area lapangan pertandingan, sehingga membuat wasit Stéphanie Frappart langsung memerintahkan para pemain kembali ke ruang ganti.

Keputusan pembatalan laga secara total kemudian diambil setelah pertemuan sel krisis yang melibatkan prefek, aparat keamanan, perwakilan kedua klub, serta perangkat pertandingan. Insiden serupa juga pernah menimpa laga Montpellier melawan Saint-Étienne pada pekan ke-26 Ligue 1 musim lalu.

"Il a été décidé d’interrompre définitivement la rencontre sur décision du préfet pour des raison de sécurité" kata Stéphanie Frappart, Wasit.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh wasit internasional itu dalam konferensi pers singkat sekitar 40 menit setelah pertandingan dihentikan. Saat invasi terjadi, pelatih Nantes tetap berada di pinggir lapangan untuk memprotes para suporter sebelum ditenangkan petugas keamanan.

"coaching" kata Vahid Halilhodzic, Pelatih Nantes.

Nantes sendiri sudah dipastikan terdegradasi ke Ligue 2 setelah menempati peringkat ke-17, sementara Toulouse berada di posisi ke-10 klasemen. Penurunan kasta ini dipicu oleh kekalahan tipis dari Lens dengan skor akhir 1-0 pada pekan sebelumnya.

"très mal" kata Vahid Halilhodzic, Pelatih Nantes.

Pelatih berusia 74 tahun itu tampak terpukul di lorong stadion dan menyatakan kepada komentator Ligue 1 + bahwa ini merupakan laga terakhirnya melatih. Laga ini juga menjadi momen perpisahan FC Nantes dengan kasta tertinggi setelah bertahan selama tiga belas tahun.

Sebelumnya, dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan, juru taktik asal Bosnia tersebut juga sempat memaparkan pandangan dan perasaannya terkait kegagalan skuat Nantes mempertahankan posisi di kasta tertinggi liga sepak bola Prancis.

" J’ai mis mon âme dans cette mission, je ne triche pas. Donc, forcément, je n’ai pas caché mes émotions setelah pertandingan melawan Lens. Hari berikutnya setelah kekalahan ini, saya memberi tahu para pemain bahwa ini bukan liburan, bahwa kita akan melanjutkan kerja keras yang telah kita lakukan selama dua bulan terakhir ini. Mereka mengerti. Rencana poin tidak mencerminkan tingkat permainan yang kami tunjukkan. Tim ini menunjukkan sesuatu di setiap pertandingan. Sesuai dengan levelnya, tetapi mereka menunjukkan sesuatu. Kami memberikan perlawanan yang bagus. Masalahnya adalah kami membayar mahal untuk setiap momen kelemahan kami. Anda tahu, begitu banyak hal aneh yang terjadi secara skenario sejak saya berada di sini. Ini luar biasa. Tetapi kami tidak jauh dari pencapaian yang luar biasa. Saya tahu ini sulit, tetapi saya mencoba segalanya: di bidang olahraga, di bidang manusia, jadi saya tidak menyesali apa pun. " kata Vahid Halilhodzic, pelatih FC Nantes.

Di sisi lain, kapten sekaligus penjaga gawang tim, Anthony Lopes, memberikan pernyataan mengenai situasi sulit yang dialami seluruh anggota tim menjelang laga terakhir di hadapan publik sendiri.

"Les jours sont difficiles pour tout le monde. On va rester professionnels jusqu'à la fin pour cette dernière rencontre. Humainement, ce groupe ne méritait pas une descente. Il y a eu des moments compliqués sur le terrain, mais tout le monde a bossé dur, a tiré dans le même sens et est resté soudé pour maintenir le club. On aura tout essayé. Ce soir encore, on se doit de défendre ce maillot et de gagner le dernier match. On s'est battus jusqu'au bout, maiss aujourd'hui, on ne va pas se cacher, on va simplement assumer.'' ujar Anthony Lopes, penjaga gawang FC Nantes.

Atmosfer berat sebelum laga dipicu tindakan drastis dari jajaran manajemen klub, di mana Presiden Waldemar Kita beserta anaknya Franck Kita selaku Wakil Direktur Jenderal memilih absen dan tidak hadir langsung di tribune demi alasan keamanan. Dilansir dari pojokpapua.id, hubungan antara pihak manajemen dan para pendukung dilaporkan sedang tidak harmonis menjelang laga penutup ini.

Bagi tim tamu, pertandingan ini menjadi momen emosional karena menandai laga terakhir Carles Martinez Novell sebagai pelatih kepala Toulouse FC setelah tiga tahun memimpin klub tersebut. Pasukan Toulouse FC membidik kemenangan demi mengamankan posisi di paruh atas klasemen akhir.

Sementara itu, persaingan tiket kompetisi Eropa memunculkan kejutan setelah tiga tim pemburu peringkat ketiga kompak menelan kekalahan. Lille OSC dipastikan langsung lolos ke Liga Champions musim depan bersama Paris Saint-Germain dan RC Lens, meskipun mereka takluk 0-2 dari Auxerre di kandang sendiri.

Olympique Lyonnais yang dibantai 0-4 oleh RC Lens harus puas finis di posisi keempat dan wajib melalui babak kualifikasi Liga Champions. Sedangkan posisi kelima yang menjadi jatah tiket Liga Europa resmi diamankan oleh Olympique de Marseille setelah menang 3-1 atas Stade Rennais.

Paris Saint-Germain yang sudah mengunci gelar juara juga menelan kekalahan 1-2 dari Paris FC dalam laga derbi setempat. Kekalahan tersebut diperparah dengan cedera yang dialami penyerang Ousmane Dembele dua pekan menjelang laga final Liga Champions.