Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Master Double Degree 2026

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Kementerian Agama RI resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Master Double Degree 2026 melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) bagi guru, tenaga kependidikan, dan alumni pendidikan keagamaan mulai 1 April hingga 31 Mei 2026. Program kolaborasi dengan LPDP ini menawarkan kesempatan studi magister di dua negara sekaligus, yakni Indonesia dengan Inggris atau Australia.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini melibatkan kemitraan antara universitas dalam negeri seperti UIII, UIN Yogyakarta, dan UIN Makassar dengan kampus ternama dunia seperti The University of Edinburgh dan SOAS University of London. Skema studi dirancang agar penerima beasiswa menempuh pendidikan selama satu tahun di Indonesia dan satu tahun di Inggris.

"Tahun ini, Kementerian Agama kembali membuka beasiswa program Master Double Degree di UIII dengan Edinbrugh atau SOAS University serta UIN Yogyakarta dan UIN Makassar dengan SOAS University," ujar Ruchman Basori, Kepala Puspenma Kemenag.

Ruchman menambahkan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan keagamaan serta memperluas jaringan akademik internasional.

"Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," ungkap Ruchman Basori.

Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, Siti Maria Ulfa, mengonfirmasi bahwa pendaftaran program ini memang dikhususkan bagi kalangan internal dan alumni lembaga keagamaan.

"Program Master Double Degree ini dikhusukan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Pegawai Kementerian Agama serta Alumni Pendidikan Keagamaan," kata Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan.

Selain jalur ke Inggris, Kemenag juga menyediakan jalur Double Degree menuju University of Canberra, Australia, hasil kerja sama dengan Australia Awards Indonesia. Dilansir dari Babelinsight, pendaftaran jalur ini dilakukan pada 25 Januari hingga 15 Februari 2026 dengan lokasi studi tahun pertama di UIN Sunan Ampel Surabaya sebelum melanjutkan fokus studi TESOL di Australia pada tahun kedua.

Bersamaan dengan itu, Kemenag meluncurkan jalur akselerasi Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) bagi lulusan pesantren untuk menyelesaikan S1 dan S2 dalam waktu 48 bulan. Ruchman Basori memberikan penegasan mengenai tujuan jalur afirmasi khusus bagi santri tersebut.

"program ini adalah bentuk afirmasi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi agar lulusan pesantren mampu bersaing secara kompetitif di level global." ujar Ruchman Basori.

Terkait syarat teknis bagi santri, pendaftar wajib merupakan lulusan tiga tahun terakhir yang terdata di sistem EMIS dan memiliki kualifikasi penguasaan bahasa yang dibuktikan dengan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).

"Lulusan pondok pesantren yang telah terdaftar dan memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP)." kata Siti Maria Ulfa.

Syarat khusus lainnya mencakup latar belakang pendidikan dari lembaga keagamaan formal maupun kesetaraan.

"Lulusan Pendidikan Diniyah Formal." ujar Siti Maria Ulfa.

Kriteria tersebut juga mencakup santri dari satuan pendidikan muadalah yang ingin menempuh jalur percepatan.

"Lulusan Satuan Pendidikan Muadalah." kata Siti Maria Ulfa.

Pemerintah juga membuka peluang bagi lulusan pondok pesantren salafiyah untuk mengikuti seleksi beasiswa akselerasi ini.

"Lulusan Program Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS)." ujar Siti Maria Ulfa.

Kesempatan ini turut diperluas bagi lulusan pendidikan menengah umum yang berada di bawah naungan lingkungan pesantren.

"Lulusan MA, SMA, atau SMK yang berbasis pesantren." kata Siti Maria Ulfa.

Guna mendukung persiapan pendaftar, Kemenag menyediakan simulasi TOEFL, TOAFL, dan Tes Skolastik gratis yang dapat diakses melalui portal resmi hingga 31 Mei 2026. Persyaratan umum pendaftaran meliputi IPK minimal 3,00, sertifikat bahasa Inggris (TOEFL ITP 520 atau IELTS 6.0), serta batasan usia maksimal 30 tahun untuk program master dan 20 tahun untuk jalur akselerasi santri.