Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengeluarkan imbauan resmi pada tanggal 26 Oktober 2026, terkait maraknya kasus penipuan yang menyasar calon jemaah haji. Imbauan ini dikeluarkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi. Modus penipuan ini umumnya dilakukan melalui telepon atau pesan singkat.
Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenag menerbitkan imbauan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan data pribadi. Penipuan yang dilaporkan terjadi dengan kedok validasi atau pembaruan data jemaah. Masyarakat diminta untuk tidak mudah memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak jelas.
Farosa, Kepala Pusdatin Kemenag, mengatakan materi imbauan disusun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi penipuan digital. Materi ini juga bertujuan sebagai upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi yang bisa dimanfaatkan untuk penipuan serta pengajuan pinjaman daring ilegal, menurut laporan dari Cahaya.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, banyak modus penipuan yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pelaku biasanya menghubungi calon jemaah melalui aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp. Oknum tersebut kemudian mengaku sebagai petugas resmi Kemenag untuk meyakinkan korban. Mereka meminta jemaah melakukan pembaruan data pribadi dengan berbagai alasan.
Modus operandi terbaru juga melibatkan permintaan video call dengan alasan perekaman data wajah. Kemenag menekankan pentingnya kampanye #DataAmanIbadahNyaman. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui kanal resmi kementerian.
“Masyarakat yang menerima komunikasi mencurigakan diminta untuk segera melapor atau melakukan verifikasi melalui akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah atau mendatangi kantor wilayah kementerian terdekat,” ujar Farosa.
Masyarakat juga diminta menghindari mengklik tautan yang tidak jelas atau mencurigakan. Kemenag menyatakan, pihaknya akan terus mengevaluasi dan meningkatkan keamanan sistem digital guna memberikan layanan yang aman dan terpercaya bagi jemaah dan pegawai.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·