Kemendes ajak ADB Indonesia perkuat pemberdayaan masyarakat desa

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengajak Asian Development Bank (ADB) Indonesia Resident Mission berkolaborasi memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat.

"Kami siap berkolaborasi karena memang banyak program ke desa yang bisa dikolaborasikan dengan ADB," kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat menerima audiensi dari ADB Indonesia Resident Mission di Kantor Kemendes di Jakarta, dikutip Kamis.

Dalam pertemuan itu, ia mengatakan bahwa di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, desa miliki peran yang strategis.

Hal itu, kata dia, terlihat dalam Astacita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Sejalan dengan itu, Kemendes menghadirkan 12 Program Aksi Bangun Desa, seperti pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Desa Tematik, Desa Ekspor, dan Desa Ketahanan Energi.

"Yang penting, di daerah tertinggal masih ada desa yang perlu kolaborasi untuk percepatan pembangunan," kata mantan Wakil Ketua MPR itu.

Kolaborasi itu, kata dia, difokuskan pada ekonomi hijau berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Ia mengajak ADB bersama-sama membangun desa karena masih banyak desa belum tersentuh program pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa (Wamendes) PDT Ahmad Riza Patria mengatakan dari 75.266 desa di Indonesia, sekitar 10.000 masuk kategori tertinggal yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar, seperti listrik, pendidikan, dan kesehatan.

Oleh karena itu, Wamendes Ahmad Riza Patria yang akrab disapa Ariza itu, berharap ADB bisa berkolaborasi dengan Kemendes PDT untuk melakukan percepatan penuntasan status desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa berkembang dan maju.

"Kami berharap program kolaborasi dengan ADB nantinya bakal bisa berdayakan masyarakat desa agar bisa berkembang dan menyejahterakan," kata dia.

Baca juga: Mendes gandeng Peradiprof perkuat pemahaman hukum kades

Baca juga: Kemendes PDT-Barisan 8 Center kolaborasi cetak 5.000 desa ekspor

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.