Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang pendidikan SD di berbagai daerah berjalan lancar meskipun menghadapi berbagai tantangan geografis dan infrastruktur di lapangan.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin di Jakarta pada Sabtu mengatakan, di tengah keterbatasan jaringan, gangguan listrik, hingga kondisi bencana, sekolah tetap mampu menyelenggarakan asesmen dengan lancar dan sesuai standar.
Di Provinsi Sulawesi Tenggara misalnya, ia mengatakan TKA diikuti oleh 2.416 satuan pendidikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota dan dilaksanakan dalam empat gelombang.
Pada hari pertama, pihaknya menerima laporan adanya kendala seperti pemadaman listrik dan gangguan jaringan di beberapa titik.
Baca juga: Kemendikdasmen terima praktik baik kolaborasi pelaksanaan TKA di Papua
Namun begitu, melalui koordinasi yang baik antara sekolah bersama pemerintah daerah dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), pihak sekolah segera melakukan penyesuaian, mulai dari pengaturan ulang jadwal hingga relokasi ke sekolah dengan fasilitas yang lebih memadai.
Ketangguhan serupa terlihat di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat yang menghadapi keterbatasan akses internet pada gelombang awal.
Untuk memastikan pelaksanaan tetap berjalan, ia mengatakan sejumlah sekolah, seperti SD YPK Pison Fategomi, SD YPK Imanuel Jitmau, dan SD YPK Kambuaya memanfaatkan layanan satelit Starlink guna menjaga koneksi tetap stabil.
Akibatnya, lokasi ujian pun disesuaikan ke titik dengan akses internet terkuat.
“Kami sangat antusias mengikuti TKA ini. Tim bekerja sama dengan baik sehingga pelaksanaan tetap berjalan lancar. Harapannya, kemampuan membaca dan berhitung murid dapat terus meningkat,” ujar Kepala SD YPK Pison Fategomi, Orpa Bles.
Baca juga: Kemendikdasmen apresiasi keterlibatan Kemkomdigi tekan pelanggaran TKA
Di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kesiapan sekolah juga menjadi kunci.
SD Kasih Yobel melaksanakan TKA dengan melibatkan 95 murid kelas VI dalam tiga sesi.
Persiapan dilakukan sejak awal melalui sosialisasi kepada guru, penguatan pembelajaran, serta latihan soal secara intensif. Keterlibatan orang tua turut mendukung kelancaran pelaksanaan.
Saat pelaksanaan, Kemendikdasmen menerima laporan sekolah itu sempat mengalami pemadaman listrik di sesi akhir.
Namun begitu, kesiapan sistem dan perangkat cadangan memastikan proses tetap berjalan tanpa kendala berarti.
Baca juga: TKA bantu sekolah internasional ukur capaian murid
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·