Kemenekraf dorong kebijakan PP Tunas konsisten lindungi industri gim

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Direktur gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing mengatakan pemberlakuan kebijakan PP Tunas yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital perlu konsistensi untuk melindungi masyarakat dan juga industri gim Indonesia.

“Karena iklim investasi, kemudahan berusaha, hanya bisa didapat ketika ada konsistensi regulasi. Artinya kita belum menguji apakah PP Tunas sebenarnya nanti bisa berjalan secara konsisten untuk semua aplikasi game atau yang terkait dengan yang apa yang disasar oleh PP Tunas, yaitu PSE, nah itu yang sebenarnya perlu ditekankan,” kata Luat dalam acara diskusi Menciptakan Ekosistem Gim yang Sehat di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan penerapan PP Tunas bisa menjadi isu bagi pelaku industri game di dalam negeri ataupun investasi asing yang akan masuk ke Indonesia untuk memberikan perlindungan yang inklusif serta regulasi yang konsisten.

Luat mengatakan pasar konsumsi game di dalam negeri cukup tinggi yakni 2 miliar dollar AS pada tahun 2024 dengan 150 juta gamer aktif yang merupakan terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Pemerintah siapkan kebijakan untuk dukung pengembangan industri gim

Namun ada risiko digital pada 70 juta anak yang terdampak konten game yang seharusnya tidak dikonsumsi terutama pada anak di bawah 16 tahun di antaranya social gaming atau aplikasi game dengan fitur chat.

“Bagaimana fitur komunikasi itu bisa bersifat fungsional dalam kebutuhan game, tetapi memberikan keamanan yang cukup kepada para pengguna terutama di usia 16 tahun ke bawah,” katanya.

Luat mengatakan pemerintah yang membuat regulasi PP Tunas perlu lebih banyak berkomunikasi dengan pelaku industri untuk mendapatkan umpan balik yang mungkin akan berdampak pada penerapan PP Tunas.

Selain itu Luat juga menyarankan perlu ada kejelasan peran PP Tunas agar tidak tumpang tindih dengan regulasi Indonesia Game Rating System (IGRS) yang sudah lebih dulu diterapkan pengembang gim dan diketahui investor gim dari luar negeri sebagai salah satu sistem klasifikasi pengaturan akun berbasis umur.

Luat mengatakan selain perlunya masyarakat mengetahui adanya PP Tunas untuk pembatasan usia di aplikasi gim, diperlukan juga pengaturan parental control dari orang tua pada gawai yang dipakai anak untuk proteksi awal sebelum anak terpapar konten gim yang tidak sesuai usia.

“Maka ini yang penting juga harus diketahui. Karena kalau kita bicara gim, parental control itu menjadi penting untuk men-filter pertama tentang konten game yang mau diakses oleh anak-anak, mau kita bicara mobile, konsol, PC, akan sama sebenarnya treatment di awalnya, pentingnya parental control,” kata Luat.

Ia berharap PP Tunas dapat diimplementasikan dengan baik di industri sosial media maupun gim dan memiliki konsistensi terhadap regulasi apa yang perlu diterapkan sehingga pengembang gim maupun investor asing yang ingin masuk ke Indonesia bisa memberikan konten berkualitas pada penikmatnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga: Pelaku industri gim yakin evaluasi IGRS buat penerapannya lebih baik

Baca juga: Kemenekraf kemukakan perlunya platform untuk mewadahi gim lokal

Baca juga: Kemenekraf: Industri kreatif resilien terhadap tantangan global

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.