Kemenhaj RI Imbau Jemaah Haji Waspadai Suhu Panas 48 Derajat Celsius di Mina dan Muzdalifah

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengeluarkan peringatan terkait kondisi suhu panas ekstrem di Mina dan Muzdalifah. Jemaah haji yang sedang menunaikan rangkaian ibadah di kawasan tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi cuaca yang sangat terik ini memerlukan perhatian khusus dari seluruh jemaah. Langkah antisipasi sangat penting dilakukan agar kesehatan fisik mereka tetap terjaga selama berada di Tanah Suci, dikutip dari Detikcom.

Berdasarkan pengumuman resmi pemerintah, suhu udara di kawasan Mina dan Muzdalifah saat ini dilaporkan telah menyentuh angka 48°C. Situasi ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kondisi fisik para jemaah.

Kondisi tersebut bahkan berpotensi memburuk karena adanya perkiraan kenaikan suhu yang lebih tinggi. Suhu udara diprediksi dapat melonjak hingga mencapai 50°C pada siang hari.

Hawa panas ekstrem ini akan terasa jauh lebih menyengat di badan. Terlebih lagi, situasi tersebut diperkirakan terjadi saat tidak ada hembusan angin di sekitar wilayah maktab.

Guna mengantisipasi cuaca buruk ini, kementerian merilis sejumlah instruksi penting untuk jemaah haji. Aturan ini wajib diterapkan demi meminimalisasi risiko dehidrasi akut hingga heatstroke.

Ada beberapa tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan bagi jemaah selama beraktivitas di Mina dan Muzdalifah. Pertama, jemaah harus meminum air secara berkala tanpa perlu menunggu munculnya rasa haus.

Kedua, jemaah disarankan memakai payung atau alat pelindung diri lain dengan warna terang guna memantulkan terik matahari. Ketiga, jemaah perlu meluangkan waktu istirahat di tempat teduh secara rutin untuk memulihkan kebugaran tubuh.

Rekomendasi Alat Pelindung Diri

Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI juga memberikan panduan mengenai alat pelindung diri (APD) yang sebaiknya digunakan. Penggunaan APD standar ini bertujuan untuk mendukung kenyamanan jemaah selama beribadah.

Merujuk pada informasi dari akun Instagram resmi Kemenhaj RI (@kemenhaj.ri), terdapat beberapa jenis APD yang harus dipersiapkan jemaah. Perlengkapan tersebut meliputi kacamata hitam untuk pelindung sinar UV dan debu, serta payung lipat yang praktis dibawa.

Jemaah juga diminta memakai masker pelindung hidung dan mulut yang diganti setiap 4 hingga 6 jam sekali. Selain itu, tas paspor yang memuat dokumen penting, makanan ringan, serta obat-obatan pribadi harus selalu melekat.

Perlengkapan lain yang tidak kalah penting adalah tas kresek atau totebag khusus untuk menyimpan sandal serta pelembab kulit. Jemaah juga wajib membawa botol semprotan air yang selalu terisi penuh, baik untuk minum maupun disemprotkan ke wajah.

Untuk mobilitas di lapangan, jemaah disarankan memakai alas kaki dengan ukuran yang pas di kaki. Alas kaki tersebut sebaiknya memiliki fasilitas tali pengikat pada bagian belakang agar tidak mudah lepas.

Jadwal Puncak Haji 2026

Rangkaian puncak ibadah haji ditandai dengan pelaksanaan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhidah. Wukuf merupakan momentum inti di mana seluruh jemaah berkumpul dan berdiam diri di Padang Arafah.

Berdasarkan data Rencana Perjalanan Haji 1447 H / 2026 M dari Kementerian Haji dan Umrah RI, tanggal 9 Zulhijjah 1447 H ditetapkan jatuh pada 26 Mei 2026. Dengan demikian, pelaksanaan wukuf atau puncak haji 2026 jatuh pada 26 Mei 2026.