Kemenhaj RI Merilis Enam Tempat Doa Mustajab Saat Ibadah Haji

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan hati untuk kembali menjadi pribadi yang lebih bersih, ikhlas, dan dekat kepada Allah SWT. Di setiap rangkaian ibadah tersebut, tersimpan harapan besar untuk masa depan yang lebih baik.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menginformasikan enam tempat doa mustajab saat jemaah sedang melaksanakan ibadah haji, seperti dilansir dari Detikcom.

Multazam merupakan bagian dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Area ini sangat dikenal sebagai lokasi yang mustajab untuk berdoa, sehingga banyak jemaah menempelkan dada, wajah, dan tangan mereka sambil memohon kepada Allah SWT.

Secara bahasa, kata Multazam berasal dari bahasa Arab "iltazam" yang memiliki arti melekat atau berpegang erat.

"Aku melihat Rasulullah SAW menempelkan wajah dan dadanya di Multazam." (HR. Abu Daud, Ahmad, dan lainnya)

2. Hijr Ismail

Hijr Ismail berbentuk area setengah lingkaran di samping Ka'bah yang dibatasi oleh tembok rendah. Kawasan tersebut pada dasarnya masih termasuk ke dalam bagian dari struktur Ka'bah.

Karena menjadi bagian dari Ka'bah, pelaksanaan salat dan doa di Hijr Ismail mempunyai keutamaan tersendiri. Para jemaah banyak memanfaatkan tempat ini untuk mendirikan salat sunah dan memperbanyak doa.

"Jika engkau ingin masuk ke dalam Ka'bah maka salatlah di Hijr, karena ia termasuk bagian dari Ka'bah." (HR. Tirmidzi)

3. Tawaf

Tawaf menjadi salah satu ritual ibadah paling utama dalam pelaksanaan haji maupun umrah. Saat mengelilingi Ka'bah, jemaah sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, istigfar, serta membaca Al-Qur'an.

Salah satu titik yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa adalah area di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Rasulullah SAW sendiri sering mengamalkan doa berikut ini:

"Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar" (HR. Abu Dawud)

4. Padang Arafah

Arafah merupakan tempat puncak pelaksanaan ibadah haji melalui ritual wukuf yang menjadi rukun paling utama. Hari Arafah juga sangat dikenal sebagai salah satu waktu terbaik bagi umat Islam untuk memanjatkan doa.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sebaik-baiknya doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Momentum ini dimanfaatkan oleh jutaan jemaah yang berkumpul untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)

Waktu wukuf di Padang Arafah menjadi saat-saat yang sangat emosional bagi para jemaah. Momen ini dipandang sebagai kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan dari segala dosa sekaligus memperbaiki arah kehidupan.

5. Muzdalifah

Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah, jemaah haji akan bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan batu jumrah. Rasulullah SAW tercatat memperbanyak zikir dan doa saat berada di lokasi ini.

"Kemudian beliau berhenti di Masy'aril Haram, lalu berdoa, bertakbir, bertahlil dan mentauhidkan Allah" (HR. Muslim)

Suasana malam hari di Muzdalifah yang begitu tenang kerap digunakan oleh para jemaah untuk bermuhasabah secara mendalam sekaligus memperbanyak bacaan istigfar.

6. Mina dan Setelah Melempar Jumrah

Saat berada di Mina, Rasulullah SAW memberikan teladan untuk berdiri dan berdoa dalam waktu yang cukup lama setelah menyelesaikan prosesi melempar jumrah Ula dan Wustha.

"Setelah melempar jumrah pertama dan kedua, beliau berdiri lama menghadap kiblat sambil berdoa" (HR. Bukhari)

Hal ini menandakan bahwa ibadah mabrur di jumrah bukan sekadar aktivitas melempar batu saja, melainkan juga menjadi momentum penting untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.