Mataram (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengatakan sebanyak 809 calon haji asal Kota Mataram pada musim haji 1447 Hijriah/2026 sudah berada di Arafah dan tidak ada yang Safari Wukuf.
"Alhamdulillah, semua jamaah asal Kota Mataram sehat walafiat dan tidak ada yang Safari wukuf," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Kota Mataram Khairul Hadi di Mataram, Selasa.
Laporan kondisi jamaah asal Kota Mataram itu didapatkan dari petugas haji pada masing-masing kelompok terbang (kloter) Kota Mataram Embarkasi Lombok. Bahkan lansia dan jamaah yang menggunakan kursi roda terlihat semangat dan sehat.
Sebanyak 809 calon haji asal Kota Mataram diberangkatkan dalam tiga kloter terdiri atas dua kloter utuh yakni Kloter 5 dan Kloter 10, dan satu kloter campuran yakni Kloter 15.
Baca juga: Pemkot ingatkan calon haji Mataram fokus persiapan ibadah di Armuzna
"Kami berharap semua jamaah bisa terus menjaga kesehatan, agar pelaksanaan puncak ibadah haji di di Armuzna yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, berjalan lancar dan mendapat haji mabrur," katanya.
Hal senada juga disampaikan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang. Dari informasi yang diterimanya mengenai kondisi kesehatan jamaah haji asal Mataram dilaporkan masih sangat stabil.
Petugas kloter maupun petugas yang bersiaga di Makkah dan Madinah memastikan belum ada laporan jamaah yang membutuhkan perhatian medis khusus.
Diharapkan seluruh jamaah dapat mempertahankan kondisi kesehatan tersebut hingga seluruh rangkaian puncak haji selesai dan kembali pulang ke Mataram dalam keadaan sehat walafiat.
Baca juga: Wamenhaj imbau jamaah siapkan stamina jalan kaki di jalur Mina-Jamarat
"Semoga kondisi ini bisa terus dipertahankan para jamaah, agar jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke Tanah Air," katanya.
Terkait dengan itu, Martawang juga mengingatkan jamaah agar fokus menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan fisik serta mental, apalagi suhu udara di Tanah Suci mencapai 40 derajat Celsius.
"Puncak haji itu di Arafah. Dengan suhu yang relatif berada di atas 40 derajat Celsius, jamaah harus betul-betul mempersiapkan fisik. Jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunah ataupun berwisata," katanya.
Selain itu Martawang menambahkan para petugas juga diminta agar aktif mendampingi dan mengingatkan jamaah, terutama jamaah lanjut usia (lansia), agar dapat melaksanakan puncak ibadah haji dengan lancar.
Baca juga: Wamenhaj cek tenda di Mina, pastikan tak ada KBIHU patok kaveling
Pewarta: Nirkomala
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·