Kualitas konsumsi jemaah calon haji di Arab Saudi kini sangat bergantung pada peran penting para juru masak asal Indonesia. Kehadiran para koki terampil ini menjadi faktor utama dalam menyajikan makanan dengan cita rasa khas nusantara yang autentik selama musim haji.
Dikutip dari Cahaya, puluhan dapur katering di Makkah saat ini mempekerjakan tenaga kerja dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan jemaah. Kebijakan ini sekaligus memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji melalui penyerapan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi menyatakan bahwa mayoritas penyedia layanan katering di Arab Saudi kini mengandalkan jasa juru masak asal Indonesia. Langkah tersebut diambil demi memastikan keaslian rasa hidangan yang disajikan kepada jemaah.
"Alhamdulillah dapur di Saudi ini welcome. Mayoritas mereka punya chef dari Indonesia, bahkan ada yang separuh tenaga kerjanya berasal dari Indonesia," ujar Jaenal usai menggelar rapat dengan para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat (15/5) malam.
Jaenal menerangkan bahwa saat ini ada sekitar 51 dapur di Makkah yang menjalin kerja sama untuk menyediakan konsumsi bagi jemaah calon haji Indonesia. Seluruh tempat pengolahan makanan tersebut dipastikan telah lolos standardisasi dari otoritas Indonesia maupun Arab Saudi.
Menurut penjelasan Jaenal, puluhan dapur katering itu juga sudah memenuhi regulasi ketat yang ditetapkan oleh Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Kemenhaj memandang tingginya penyerapan tenaga kerja dalam sektor katering haji ini sebagai sebuah pencapaian positif. Kehadiran para pekerja terampil tersebut dinilai berhasil menciptakan peluang kerja baru bagi warga negara Indonesia di Arab Saudi.
"Sehingga memang tujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi haji, di mana ada serapan tenaga-tenaga kerja baru di Saudi ini, bisa tercapai dengan baik," ujar Jaenal.
Melalui keahlian para koki tersebut, berbagai variasi menu siap santap atau Ready to Eat (RTE) dengan rasa khas tanah air dapat disajikan. Salah satu hidangan tradisional yang dipastikan masuk dalam daftar menu jemaah adalah rendang.
Penyediaan masakan khas Indonesia ini diharapkan dapat mengobati rasa rindu jemaah terhadap kampung halaman sewaktu beribadah di Tanah Suci. Melalui pelayanan konsumsi yang akrab di lidah, jemaah diharapkan bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lebih tenang, nyaman, dan bahagia.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·