KSPSI Bangun Museum Ibu Marsinah Tanpa Dana APBN di Nganjuk

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI membangun Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur secara mandiri tanpa menggunakan anggaran negara. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 16 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa pembiayaan pembangunan museum tersebut murni berasal dari swadaya internal organisasi. Langkah ini diambil sekaligus sebagai pembuktian atas kemandirian finansial yang dimiliki oleh kelompok buruh saat ini.

"Museum ini dibangun tanpa APBN. Ini merupakan gotong royong dari seluruh keluarga besar KSPSI Andi Gani di seluruh Indonesia. Tidak ada dana APBD maupun APBN yang digunakan," kata Andi Gani.

Pembangunan museum yang didedikasikan untuk pahlawan buruh tersebut menelan biaya yang tidak sedikit. Total anggaran yang dialokasikan oleh organisasi untuk merampungkan seluruh fasilitas ini mencapai miliaran rupiah.

"Total anggaran ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar. Jangan melihat buruh susah, buruh sulit. Buruh punya kemampuan yang sangat mandiri. Kita buktikan hari ini Presiden datang, kita membangun museum yang cukup sangat megah," ucap Andi Gani.

Sumber pendanaan utama proyek ini ditopang oleh jaringan koperasi pekerja yang berada di bawah naungan KSPSI AGN. Hingga saat ini, struktur koperasi tersebut telah mengelola aset dalam skala besar yang ditujukan bagi kesejahteraan anggota.

"Teman-teman jangan lupa, KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total koperasi dari seluruh pimpinan unit kerja yang kami miliki sudah mencapai Rp 2,1 triliun. Semuanya untuk kesejahteraan buruh, tidak ada pimpinan pusat mengambil apa pun, saya tegaskan," ungkap Andi Gani.

Pendirian museum ini ditujukan sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan kolektif terhadap sejarah perjuangan Marsinah. Almarhumah tercatat sebagai salah satu anggota serikat pekerja di pabrik tempatnya bekerja dahulu.

"Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Ini bentuk penghormatan kami, karena Ibu Marsinah adalah anggota KSPSI PT Catur Putra Surya," ujar Andi Gani.

Pihak pengelola memastikan museum ini akan beroperasi penuh untuk masyarakat luas tanpa dipungut biaya masuk. Jam operasional kunjungan juga telah ditetapkan secara terjadwal setiap harinya.

Kehadiran Kepala Negara dalam agenda peresmian dan ziarah kubur dinilai sebagai bentuk atensi besar dari pemerintah terhadap eksistensi pergerakan buruh domestik.

"Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah," ucap Andi Gani.

Kendati memiliki hubungan yang dekat dengan kepala pemerintahan, KSPSI menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif. Kebijakan negara yang dinilai merugikan pekerja akan tetap dikritisi secara aktif.

"Ini bukti kedekatan, saya boleh dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, tetapi kami tetap independen dan mandiri. Kami boleh mendukung Presiden, tapi kami tetap kritis," tegas Andi Gani.

Selain bangunan museum, organisasi juga mendirikan akomodasi rumah singgah gratis di area sekitar. Fasilitas ini dibangun dengan standar kenyamanan tinggi yang dikhususkan bagi para peziarah luar kota.

"Teman-teman mungkin harus meliput rumah singgahnya, levelnya hampir bintang 3, bintang 4. Fasilitasnya luar biasa," sebut Andi Gani.

Penyediaan penginapan gratis ini didasari oleh keprihatinan terhadap kondisi para buruh yang sering kali kesulitan mendapatkan tempat tinggal layak saat berkunjung.

"Karena saya mendengar cerita, para peziarah buruh dari luar kota tidur berdesak-desakan dengan tikar. Karena itulah kita bangun rumah singgah untuk para peziarah tanpa memungut bayaran," pungkas Andi Gani.