Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap operator taksi listrik Green SM menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden tragis yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka ini diduga dipicu oleh satu unit armada taksi tersebut yang mogok di perlintasan sebidang, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa tabrakan bermula ketika rangkaian KRL terpaksa berhenti mendadak karena adanya kendala pada armada taksi asal Vietnam tersebut. Akibatnya, kereta jarak jauh dari arah belakang tidak dapat menghindar dan menghantam rangkaian KRL yang tertahan di jalur tersebut.
Guna mendalami penyebab pasti kendala teknis tersebut, Menhub telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk memanggil pihak pengelola. Pertemuan koordinasi ini ditujukan untuk meninjau prosedur keselamatan dan kelaikan kendaraan yang dioperasikan perusahaan di Indonesia.
"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Green SM Indonesia sendiri merupakan cabang dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan bentukan miliarder Vietnam Phạm Nhật Vượng yang terafiliasi dengan Vingroup. Perusahaan ini secara resmi mulai melayani pasar transportasi di wilayah Jabodetabek sejak Desember 2024 dengan armada kendaraan listrik VinFast.
"Kami menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan," tulis perusahaan dalam situs resminya.
Layanan yang identik dengan warna biru kehijauan ini mengklaim fokus pada standar transportasi yang cerdas dan ramah lingkungan. Ekspansi ke Jakarta dilakukan dengan membawa unit kendaraan yang diklaim memiliki keunggulan dibandingkan taksi konvensional.
"Layanan Green SM seluruhnya beroperasi menggunakan mobil listrik VinFast. Ini adalah generasi taksi tanpa aroma bensin, kebisingan mesin, baik untuk kesehatan pelanggan dan ramah lingkungan," jelas perusahaan taksi listrik itu lagi.
Merespons kejadian di Bekasi, manajemen Green SM Indonesia menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas terkait. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung melalui pernyataan resmi di media sosial.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis Green SM Indonesia.
Pihak manajemen juga memastikan akan terus melakukan pembaruan informasi kepada publik mengenai hasil temuan di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh armada memenuhi standar keamanan yang ketat demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Kami akan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan," pungkas pernyataan itu.
"Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," pungkas pernyataan itu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·