Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng sektor swasta dalam menyosialisasikan kebijakan pencantuman label nutrisi "Nutri-Level" pada produk minuman di Indonesia.
"Hari ini kita launching untuk label Nutri-Level," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa.
Sektor swasta tersebut adalah PT Lippo Malls Indonesia (LMI), Universitas Pelita Harapan (UPH), dan Siloam International Hospitals.
Menurut Menkes, kolaborasi ini menjadi langkah nyata lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, institusi pendidikan, dan layanan kesehatan, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan dan minuman yang lebih bijak dan seimbang.
Baca juga: Menkes: Nutri-level dapat ciptakan FOMO mendorong hidup lebih sehat
Kebijakan Nutri-Level menghadirkan sistem pelabelan nutrisi sederhana dengan skala A hingga D untuk menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak, dalam suatu produk.
Melalui label ini konsumen dapat memahami kualitas nutrisi produk secara lebih cepat, mudah, dan informatif.
Menurut Menkes, penerapan label nutrisi ini penting seiring meningkatnya risiko penyakit tidak menular akibat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan, seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2.
Menkes berharap dengan pencantuman Nutri-Level pada produk dapat membantu masyarakat mengambil keputusan konsumsi yang lebih bijak, sekaligus mendorong terbentuknya pola hidup yang lebih sehat.
Baca juga: Forum warga minta pelabelan Nutri-Level berikan informasi yang jelas
Dalam kesempatan tersebut Menkes Budi Gunadi Sadikin berkesempatan untuk mencicipi minuman yang telah berlabel Nutri-Level dari restoran Xing Fu Tang dan Fore.
Sementara President UPH Stephanie Riady mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan sektor swasta terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Indonesia.
"Sebagai ruang publik yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, LMI memiliki peran strategis dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang mudah diakses dan relevan bagi masyarakat luas. Sedangkan kolaborasi bersama UPH dan Siloam diharapkan dapat memperkuat implementasi program ini secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pengujian, hingga penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat," kata Stephanie Riady.
Baca juga: Kemenkes gandeng industri kuatkan edukasi kesehatan lewat Nutri-level
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·