Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyebut pelestarian komodo secara ex situ atau di luar habitat aslinya perlu dirancang secara matang agar tetap menjaga prinsip konservasi.
"Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memandang bahwa upaya pelestarian komodo perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan in situ dan ex situ," kata Kementerian Pariwisata dalam jawaban tertulis kepada ANTARA yang diterima di Jakarta pada Senin.
Kementerian berpendapat pengelolaan di Taman Nasional Komodo sebagai habitat alami tetap menjadi prioritas, sementara pengembangan konservasi ex situ dipandang sebagai langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan spesies sekaligus membuka peluang diversifikasi destinasi wisata di luar kawasan inti.
Baca juga: Pembatasan pengunjung perkuat TN Komodo jadi destinasi kelas dunia
Baca juga: Tim Kemenhut terlibat baku tembak dengan pemburu liar di TN Komodo
Dalam perspektif pariwisata, ex situ tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas konservasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi, interpretasi, dan pengalaman wisata berbasis pengetahuan. Inisiatif ini berpotensi mengurangi tekanan kunjungan pada habitat alami sekaligus memperluas distribusi manfaat ekonomi ke wilayah daratan Flores.
Hal tersebut dilakukan supaya tidak mengurangi nilai eksklusivitas komodo sebagai satwa endemik Nusa Tenggara Timur (NTT), serta tidak bergeser menjadi sekadar atraksi buatan.
Sejalan dengan arah pengembangan destinasi berbasis ekowisata dan konservasi, ex situ dapat menjadi bagian dari sistem destinasi yang lebih luas, khususnya sebagai sarana edukasi dan diversifikasi produk wisata.
"Keberhasilan inisiatif ini memerlukan kolaborasi lintas sektor dan kejelasan peran antar kementerian/lembaga, mulai dari perencanaan, pengelolaan, hingga pemasaran," kata Kementerian.
"Diperlukan pula forum koordinasi terpadu agar pengembangannya selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan serta terintegrasi dalam ekosistem pariwisata nasional," tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dalam rapat kerja pada Rabu (15/4) menyebut terdapat rencana pengembangan konservasi ex-situ Komodo.
"Ke depan, kita merencanakan pengembangbiakan Komodo di luar kawasan Taman Nasional. Ini dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi masyarakat tanpa mengganggu habitat aslinya," ucap dia.
Baca juga: Kemenpar nilai pembatasan kunjungan ke TN Komodo sesuai UU RI
Baca juga: Kemenhut pastikan pembatasan turis di TN Komodo dikaji secara berkala
Baca juga: Kemenhut lanjutkan proses hukum pemburu liar bersenjata di TN Komodo
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·