Kemenperin Klaim Industri Tekstil Nasional Masuki Fase Sunrise

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional kini memasuki fase kebangkitan atau sunrise dalam pembukaan Pameran Indo Intertex Inatex di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026).

Pernyataan tersebut bertujuan untuk mematahkan narasi lama yang menyebut sektor TPT sebagai industri yang sedang mengalami kemunduran atau sunset. Agus menduga narasi pelemahan industri sengaja diciptakan pihak tertentu agar produk impor bisa membanjiri pasar domestik.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, kinerja industri TPT sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,55 persen secara tahunan (year on year). Sektor ini mencatatkan nilai ekspor mencapai US$12,08 miliar dengan surplus perdagangan sebesar US$3,45 miliar.

Pencapaian ekspor tersebut tercatat meningkat jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang berada pada angka US$11,96 miliar. Sektor TPT juga berkontribusi menyerap 19,48 persen dari total tenaga kerja di sektor industri nasional.

"Dengan menerapkan smart policy, kita bisa lihat dalam beberapa tahun terakhir, alhamdulillah menurut data, menurut apa yang kami terima, bahwa kita sudah bisa mulai memutar balikan narasi yang menyatakan bahwa sektor TPT di Indonesia ini merupakan sektor yang sunset, bahkan kita secara optimis harus benar-benar mengatakan it's a sunrise," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Meski kinerja dilaporkan membaik, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi) meminta intervensi pemerintah melalui kebijakan fiskal. Sekretaris Jenderal Apsyfi, Farhan Aqil Syauqi, mengusulkan pembebasan PPN untuk meredam kenaikan biaya operasional akibat ketidakpastian global.

Ketua Umum Apsyfi, Redma Gita Wirawasta, menambahkan bahwa harga paraxylene sebagai bahan baku polyester telah naik 40 persen menjadi US$1.300 per ton. Kenaikan harga bahan baku ini diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga barang di tingkat ritel hingga 10 persen dalam tiga pekan ke depan.