Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Listrik Sebagian Sumatera Kembali Normal

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Pemerintah memastikan pasokan aliran listrik di sejumlah wilayah Pulau Sumatera kini telah pulih sepenuhnya setelah sempat mengalami pemadaman total.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengonfirmasi bahwa kendala teknis tersebut bersumber dari kerusakan pada sistem jaringan transmisi listrik, seperti dilansir dari Detik Finance.

Sambaran petir di daerah Merangin menjadi penyebab utama terganggunya salah satu jaringan transmisi, hingga memicu ketidakstabilan pasokan listrik di interkoneksi Sumatera.

"Itu kan ada kesambar petir di Merangin. Dengan ada kesambar petir tersebut, itu kan berdampak terhadap kestabilan sistem. Jadi kalau kita lihat dari kejadiannya sendiri, ini secara teknis itu kan untuk daya yang ada di Sumatera bagian Utara, ini kan relatif itu lebih banyak juga dialirkan dari Selatan. Pada saat itu ada kejadian, sehingga seluruh sistem itu terjadi blackout," kata Yuliot di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Langkah pemulihan jaringan kelistrikan dilakukan secara bertahap oleh PT PLN (Persero) dengan mengaktifkan kembali berbagai jenis pembangkit secara berkala.

Proses penormalan tersebut mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), geothermal, gas, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Yuliot menjelaskan bahwa proses menyalakan kembali seluruh sistem kelistrikan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama karena kompleksitas teknis di lapangan.

"Secara teknis, PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam. Dan itu kita lakukan, kami dari Kementerian ESDM menurunkan tim ke lapangan untuk ngecek. Itu alhamdulillah dalam jangka waktu, ya ini sesuai dengan apa yang kita koordinasikan dengan PLN itu bisa full 100%," ujar Yuliot.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Kementerian ESDM telah menginstruksikan manajemen PLN untuk melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh.

PLN diminta memasang sistem arde atau pembumian tambahan di lokasi-lokasi rawan gangguan serta menjaga keseimbangan pasokan daya antardaerah.

"Itu jangan terlalu banyak, jadi daerah-daerah mengalirkan listriknya dari daerah yang cukup jauh, ya seperti dari Selatan ke Utara. Jadi justru memerlukan waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Jadi untuk ke depan, itu ya kita evaluasi untuk segala perbaikan yang dilakukan. Sudah 100% (pulih)," kata Yuliot.