KEMENTERIAN Keuangan mengumumkan hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 5 Mei 2026. Total penawaran investor yang masuk dari lelang sukuk pekan ini sebesar Rp 21,19 triliun.
Seri SBSN yang dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). “Total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan adalah Rp 12 triliun,” demikian dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Rabu, 6 Mei 2026.
Minat investor pada lelang sukuk pekan ini sedikit lebih rendah dibanding lelang sebelumnya. Dalam lelang sukuk 21 April 2026 lalu, total penawaran yang masuk atau incoming bids mencapai Rp 33,5 triliun dan pemerintah memutuskan memenangkan Rp 15 triliun.
Adapun kedelapan seri yang ditawarkan pekan ini merupakan seri obligasi yang sudah pernah diterbitkan sebelumnya (reopening). Di antaranya seri SPNS01062026, SPNS12102026, SPNS03022027, PBS030, PBS040, PBS034, PBS005 dan PBS038. Seri yang paling diminati adalah PBS038 dan SPNS03022027 dengan penawaran masuk masing-masing sebesar Rp 4,273 triliun dan Rp 4,205 triliun.
Tujuan lelang untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Dengan target indikatif Rp 12 triliun, maksimal yang dimenangkan dapat mencapai 200 persen.
Penawaran obligasi pemerintah merupakan bagian dari pembiayaan anggaran dan juga menalangi defisit APBN tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp 689,1 triliun. Berdasarkan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2026 atau UU APBN nomor 17 tahun 2025, pembiayaan utang tahun ini ditargetkan Rp 832,2 triliun. Angkanya naik dibanding target tahun lalu yang sebesar Rp 775,9 triliun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·