Kementerian Pendidikan dan Pelatihan melaporkan bahwa sekitar 1.800 anak di Vietnam meninggal akibat tenggelam setiap tahunnya, sementara jumlah siswa yang memiliki kemampuan berenang secara nasional hanya mencapai sedikit di atas 33 persen.
Data dari kementerian tersebut menunjukkan angka kematian siswa akibat tenggelam di sektor pendidikan tercatat sebanyak 616 kasus pada 2021, lalu 634 kasus pada 2024, dan diproyeksikan menurun menjadi 574 kasus pada 2025.
Di tingkat sekolah dasar, persentase siswa yang bisa berenang hanya menyentuh angka 27 persen, sedangkan untuk tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas masing-masing berada di angka 41,5 persen dan 42 persen.
Keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama karena hanya ada 2.184 sekolah di seluruh negeri yang memiliki kolam renang, atau setara dengan 8,63 persen dari total keseluruhan sekolah yang ada.
Selain masalah fasilitas, minimnya instruktur yang berkualifikasi juga menjadi hambatan serius dalam pelaksanaan program pengajaran berenang bagi para siswa di sekolah.
| Elementair | 1.327 | 12.475 | 10,63% |
| middelbare school | 662 | 10.029 | 6,6% |
| middelbare school | 195 | 2.803 | 6,95% |
| Medium | 2.184 | 25.307 | 8,63% |
Kondisi darurat ini mendorong berbagai wilayah untuk mengambil tindakan preventif secara mandiri menjelang liburan musim panas guna menekan angka kecelakaan di air.
Di Provinsi Quang Ninh, tercatat ada 14 insiden tenggelam sepanjang tahun 2025 yang mengakibatkan 26 anak meninggal dunia, mengalami kenaikan sebanyak 4 korban dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Pemerintah Distrik Hiep Hoa langsung merespons dengan memasang 50 tanda peringatan di area berbahaya serta mengadakan penandatanganan komitmen pengawasan anak bersama 400 rumah tangga.
"De komende tijd zal de wijk diverse integrale maatregelen blijven implementeren om de preventie en bestrijding van verdrinking bij kinderen te versterken, met de nadruk op het vergroten van het bewustzijn bij gezinnen, scholen en de gemeenschap. Tegelijkertijd zullen we de omgeving van vijvers, meren, rivieren en bouwputten die potentiële veiligheidsrisico's met zich meebrengen, evalueren, waarschuwingsborden plaatsen en barrières installeren. We zullen scholen met zwembaden aansporen om zwemlessen te organiseren en kinderen waterveiligheidsvaardigheden bij te brengen, met name tijdens de zomermaanden. Daarnaast zullen we het toezicht op kinderen buiten schooltijd versterken en de rol van buurten, gezinnen en organisaties bevorderen bij het toezicht houden, waarschuwen en creëren van veilige en gezonde speelplaatsen voor kinderen." ujar Dao Thi Huong Giang, Wakil Ketua Komite Rakyat Distrik Hiep Hoa.
Langkah pencegahan lain juga dilakukan oleh Asosiasi Wanita di Komunitas Tan Yen, Provinsi Bac Ninh, yang meneliti dan memasang 215 papan peringatan di sekitar kolam, danau, dan sungai.
Asosiasi tersebut juga menyiapkan lebih dari 2.000 pelampung penyelamat, rompi pelampung, tali, serta tongkat panjang di titik-titik rawan untuk mengantisipasi situasi darurat.
Sementara itu, Komite Rakyat Komunitas Gia Tran bekerja sama dengan Sekolah Dasar Gia Tran B mengadakan program khusus untuk mempromosikan keterampilan berenang bagi siswa pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Pakar pendidikan menilai bahwa penanganan masalah keselamatan anak ini tidak boleh hanya bersifat musiman melainkan harus menjadi strategi jangka panjang yang komprehensif.
"Many parents think that it is sufficient to simply tell their children 'go not to the ponds'. But children are by nature active and curious, especially in the summer when they have so much free time. A moment of inattention can already heartbreaking consequences have," kata Vu Thu Huong, mantan dosen Departement Pendidikan Dasar di Universitas Pedagogis Hanoi.
Menurut Vu Thu Huong, banyak kecelakaan fatal justru terjadi ketika seorang anak yang berniat menolong temannya yang tenggelam ikut menjadi korban karena sama sekali tidak memiliki keahlian penyelamatan.
"Weten hoe je moet zwemmen is niet de enige manier om veilig te zijn. Belangrijker nog is dat kinderen weten waar het gevaar schuilt, hoe ze uitnodigingen om in rivieren te zwemmen moeten weigeren, hoe ze om hulp moeten roepen en absoluut niet instinctief een vriend moeten proberen te redden als ze de nodige vaardigheden niet hebben," tutur Vu Thu Huong.
Ia mendesak agar metode pelatihan diubah dari yang semula bersifat teoretis menjadi simulasi skenario praktis, seperti cara memakai rompi pelampung dan melepaskan diri di air.
"Momenteel zijn buitenschoolse activiteiten te theoretisch. Kinderen moeten praktische vaardigheden leren, scenario's oefenen, leren hoe ze reddingsvesten moeten gebruiken, om hulp moeten roepen en hoe ze in het water moeten ontsnappen..." jelas Vu Thu Huong.
Kurangnya pengawasan orang tua saat anak-anak berada di rumah dan asyik dengan gawai menjadi salah satu faktor pemicu utama anak bermain ke area air berbahaya tanpa izin.
"Jarenlang hebben we te veel nadruk gelegd op cijfers en academische prestaties, maar we hebben geen uitgebreid en grondig onderzoek gedaan naar de ontwikkeling van de Vietnamese bevolking van vandaag. Een goed ontwikkeld child wordt niet alleen bepaald door academische prestaties, maar ook door overlevingsvaardigheden, communicatieve vaardigheden, gedrag en het vermogen om zich aan te passen aan de maatschappij," tegas Vu Thu Huong.
Untuk mengatasi masalah mendasar ini, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan merancang program renang aman dan menargetkan setiap sekolah memiliki minimal dua instruktur bersertifikat pada tahun 2030.
Wakil Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Thi Quyen Thanh telah menandatangani dokumen instruksi agar seluruh departemen pendidikan daerah meningkatkan penyebaran materi pencegahan cedera menjelang masa libur sekolah.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·