Kemhan jelaskan alasan TNI kerahkan alutsista untuk amankan KTT ASEAN

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan alasan TNI mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang untuk kebutuhan pengamanan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina.

Kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, dia mengatakan hal tersebut dilakukan bukan karena TNI mencium adanya potensi konflik yang bisa terjadi selama kegiatan yang diikuti Presiden Prabowo Subianto itu berlangsung.

"Jadi, kegiatan ini bukan didasarkan pada adanya ancaman atau potensi konflik tertentu yang secara spesifik ditujukan kepada presiden maupun kepala negara peserta KTT ASEAN," kata Rico.

Rico menjelaskan dalam setiap agenda internasional berskala tinggi, TNI harus mengikuti standar pengamanan dan kesiapsiagaan secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi yang telah ditetapkan.

Hal tersebut dilakukan agar TNI bisa melakukan respons cepat di bidang pengamanan jika sesuatu terjadi selama acara berlangsung.

"Ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan operasi gabungan dan pengamanan VVIP yang memang dirancang untuk menguji kesiapan personel, sistem komando, mobilitas, interoperabilitas antarmatra serta kemampuan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan situasi," jelas Rico.

Rico melanjutkan Indonesia saat ini menganggap stabilitas keamanan di wilayah ASEAN masih dalam keadaan kondusif. Namun, kondusifitas itu bukan jadi alasan TNI untuk mengendurkan sistem pengamanan.

Untuk diketahui, ragam alutsista telah disiapkan TNI di Sulawesi Selatan untuk merespons cepat jika terjadi insiden selama KTT berlangsung di Filipina.

TNI mengerahkan tiga kapal perang, yakni KRI Brawijaya, Prabu Siliwangi, dan RE Martadinata.

Sedangkan untuk alutsista udara, TNI menyiapkan lima pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan satu pesawat angkut A400 M untuk membawa logistik serta personil pengamanan wilayah.

Rico menyampaikan pihaknya juga berupaya memperkuat pengamanan VVIP selama pertemuan itu berlangsung.

Meski sudah menyiapkan alutsista dan pasukan, Rico memastikan TNI akan tetap berkoordinasi dengan pihak negara penyelenggara dalam melakukan setiap langkah pengamanan.

"Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat," ucap dia.

Baca juga: TNI siagakan alutsista untuk pastikan KTT ASEAN berjalan aman

Baca juga: Prabowo: ASEAN harus perkuat perlindungan warga, suarakan perdamaian

Baca juga: Prabowo: ASEAN harus satu suara junjung tinggi hukum internasional

Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.