Bocah kelas 5 SD tewas usai tenggelam di Kali Pesing Jakbar

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Seorang bocah kelas 5 SD tewas usai tenggelam di Kali Pesing, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat siang.

Seorang warga di sekitar lokasi bernama Nung mengatakan, korban yang diketahui bernama Muhammad Rapip (11) itu awalnya hendak menuju masjid bersama kawan sebayanya.

Mereka berdua melewati sebuah struktur besi berisi kabel-kabel yang membentang dari sisi ke sisi Kali Pesing untuk menyeberang menuju masjid. Padahal, terdapat jembatan yang biasanya digunakan oleh pejalan kaki maupun kendaraan untuk menyeberangi kali tersebut.

"Yang saya tahu ya, tadi dia tuh anak mau jalan salat Jumat. Sama teman-temannya ramai-ramai, cuman tuh anak sendiri doang nih yang pengen lewat jembatan kecil (struktur besi). Nah, dia jalan, lari, kepleset," ujar Nung kepada wartawan di lokasi, Jumat.

Saat terjatuh, salah satu teman korban langsung menolongnya. Namun, tubuh korban yang lebih besar membuat temannya kesulitan saat menolong. Teman korban yang berusaha menolong pun ikut tercebur.

Nung mengatakan, keduanya sempat berteriak minta tolong saat bersama-sama tenggelam. Saat itu, kebetulan ada sejumlah orang yang melintas hingga akhirnya keduanya diselamatkan.

Korban yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Namun, nyawanya tak tertolong hingga akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.

"Dua-duanya kecemplung. Cuman yang satu selamat," katanya.

Di rumah duka yang tidak jauh dari lokasi, kesedihan terlihat dari raut wajah nenek korban. Sementara orang tua korban masih berada di rumah sakit untuk mengurus jenazah.

Baca juga: Wali Kota Jakbar santuni keluarga anak korban tenggelam di Cengkareng

Baca juga: Bocah 9 tahun tewas tenggelam di Embung Sejuk Cipayung Jaktim

Baca juga: Tim SAR temukan jenazah bocah di Kali Sodong

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.