Dukung pemerataan akses internet di Papua Pegunungan dengan kehadiran Infrastruktur konektivitas satelit

Sedang Trending 59 menit yang lalu
  • Jumat, 8 Mei 2026 18:24 WIB

Petugas melakukan pemantauan perangkat pada Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026). Kehadiran infrastruktur konektivitas satelit tersebut selain meningkatkan kapasitas bandwidth dari semula 7 Gbps menjadi 40 Gbps juga mendukung percepatan transformasi digital inklusif melalui pemerataan akses internet dan layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma

Petugas melakukan pemantauan perangkat pada Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026). Kehadiran infrastruktur konektivitas satelit tersebut selain meningkatkan kapasitas bandwidth dari semula 7 Gbps menjadi 40 Gbps juga mendukung percepatan transformasi digital inklusif melalui pemerataan akses internet dan layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma

Foto udara Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026). Kehadiran infrastruktur konektivitas satelit tersebut selain meningkatkan kapasitas bandwidth dari semula 7 Gbps menjadi 40 Gbps juga mendukung percepatan transformasi digital inklusif melalui pemerataan akses internet dan layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma

Petugas melakukan pemantauan jaringan pada Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026). Kehadiran infrastruktur konektivitas satelit tersebut selain meningkatkan kapasitas bandwidth dari semula 7 Gbps menjadi 40 Gbps juga mendukung percepatan transformasi digital inklusif melalui pemerataan akses internet dan layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.