Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan penambahan 1.000 titik akses internet pita lebar tetap (fixed broadband) bagian dari program Kampung Internet guna pemerataan konektivitas hingga ke desa.
Ketua Tim Akselerasi Infrastruktur Fixed Broadband Kemkomdigi Singgih Yuniawan menjelaskan, pembangunan tersebut akan menambah jumlah titik internet yang sudah dibangun pada 2025 sebanyak 1.282 titik, sehingga totalnya akan menjadi 2.282 titik.
"Iya, ada program lagi (penambahan titik Kampung Internet) 1.000 titik ya. Jadi plus melanjutkan yang sekarang, jadinya (total) 2.282 titik," kata Singgih saat ditemui di Desa Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Rabu.
Singgih menambahkan, titik Kampung Internet baru rencananya akan dibangun di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kabupaten Kupang, Maluku Utara, dan Gorontalo. Kemkomdigi juga berencana akan membangun di Kalimantan Barat yang saat ini masih dalam tahap penjajakan terlebih dahulu.
Baca juga: Kemkomdigi sebut Kampung Internet dorong pertumbuhan ekonomi desa
Dia menjelaskan, pemilihan lokasi titik Kampung Internet dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik serta usulan dari pemerintah daerah maupun kementerian.
Kemkomdigi memiliki basis data hingga tingkat desa untuk memetakan kawasan yang belum memiliki akses fiber optik. Usulan yang masuk kemudian dicocokkan dengan data tersebut sebelum dilakukan survei lanjutan.
"Kita cocokkan (usulan) dengan data digital, apa benar lokasi yang diusulkan itu belum tersedia fiber optik. Kalau memang belum ada, itu kita survei dulu dari sisi kita. Pertama survei on-desk, kemudian lapangan," ujar Singgih.
Jika dinilai layak, Kemkomdigi kemudian berkoordinasi dengan asosiasi industri seperti Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) guna mencari penyedia layanan internet yang bersedia menyediakan jaringan di wilayah tersebut.
Dari proses itu, Kemkomdigi akan menggandeng penyedia layanan internet yang berminat masuk ke daerah sasaran melalui skema insentif.
Singgih mengatakan program Kampung Internet bersifat stimulan, yakni pemerintah memberi insentif layanan internet pada satu tahun pertama agar operator tertarik untuk membuka layanannya di wilayah penerima manfaat sebelum beroperasi secara mandiri.
"Operator itu tidak akan mau masuk ketika tidak ada kepastian pelanggan. Nah, ini tugas kita memancing mereka," katanya.
Baca juga: Menkomdigi ingatkan pemuda gunakan internet untuk dorong produktivitas
Baca juga: Diskusi Komdigi dengan Roblox terus berlanjut untuk patuhi PP Tunas
Baca juga: YouTube patuhi arahan Kemkomdigi, batasi pengguna di bawah 16 tahun
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·