Kemkomdigi: SATRIA-1 tulang punggung konektivitas internet wilayah 3T

Sedang Trending 1 jam yang lalu
SATRIA-1 menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-band yang beroperasi pada posisi orbit 146 derajat Bujur Timur, sehingga memiliki cakupan layanan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia

Banjarmasin (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan satelit SATRIA-1 menjadi solusi terakhir sebagai tulang punggung penyediaan akses internet bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tidak terjangkau jaringan terestrial dalam strategi konektivitas digital nasional.

Pelaksan Tugas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kemkomdigi Tri Haryanto mengatakan penyediaan layanan satelit tersebut dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk memperluas jangkauan layanan internet di wilayah 3T secara berkelanjutan.

“SATRIA-1 menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-band yang beroperasi pada posisi orbit 146 derajat Bujur Timur, sehingga memiliki cakupan layanan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” kata dia dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blank Spot se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu.

Baca juga: Kemkomdigi kaji 1.441 usulan pembangunan akses internet di Kalsel

Ia menjelaskan penggunaan Ka-band memungkinkan kapasitas data yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan akses internet masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur darat, meskipun tetap memiliki ketergantungan terhadap kondisi cuaca.

“Faktor cuaca seperti hujan lebat dapat mempengaruhi kualitas sinyal pada sistem berbasis Ka-band, sehingga menjadi salah satu tantangan teknis yang harus diantisipasi dalam operasional layanan satelit,” katanya.

Dia menyampaikan bahwa stasiun bumi juga menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian satelit nasional yang tersebar di 11 titik strategis, termasuk di Cikarang, Batam, Pontianak, Banjarmasin, hingga Jayapura.

Baca juga: Kemkomdigi kejar 98 persen populasi bebas "blank spot" pada 2029

Stasiun Bumi Banjarmasin, kata dua, berfungsi sebagai unit cadangan dari pusat kendali di Cikarang dengan dukungan antena besar untuk memastikan keberlangsungan layanan apabila terjadi gangguan pada sistem utama.

“Sistem satelit dan stasiun bumi tersebut merupakan bagian dari infrastruktur tulang punggung (backbone) konektivitas digital nasional untuk menjamin akses internet di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Tri.

Baca juga: Kemkomdigi akomodasi 722 titik layanan internet BAKTI di Kalsel

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.