Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memfasilitasi pemulangan 45 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran dalam proses evakuasi tahap ketiga yang berlangsung hingga Kamis (16/4/2026). Langkah ini merupakan kelanjutan dari gelombang evakuasi pertama dan kedua yang telah rampung pada Maret lalu.
Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa operasi ini melibatkan koordinasi intensif antara Kemlu, KBRI Baku, dan KBRI Tehran. Dilansir dari Detikcom, proses pemulangan puluhan warga tersebut dilakukan melalui pembagian jadwal penerbangan yang berbeda.
Data kementerian menunjukkan bahwa kloter pertama yang terdiri dari 14 orang telah mendarat di Jakarta pada 14 April 2026. Selanjutnya, gelombang kedua membawa 9 orang pada 15 April, dan 9 orang lainnya dijadwalkan tiba pada petang hari ini.
"Masih ada 13 orang ABK yang masih kita tampung di Baku (Azerbaijan) untuk menunggu penerbangan selanjutnya ke tanah air," kata Heni Hamidah, Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Seluruh WNI yang tiba di Indonesia akan langsung diserahterimakan kepada pihak Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi. Instansi terkait tersebut bakal bertanggung jawab memfasilitasi perjalanan lanjutan para evacuee menuju daerah asal masing-masing.
Hingga saat ini, tercatat masih terdapat 236 WNI yang bermukim di Iran berdasarkan data KBRI Tehran. Kelompok tersebut didominasi oleh pelajar dan mahasiswa yang terkonsentrasi di Kota Qom, sementara sisanya merupakan pekerja migran serta ekspatriat.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·