Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon dalam kondisi aman menyusul serangan yang dilakukan militer Israel pada Kamis (16/4/2026). Penegasan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik atas keselamatan warga di zona konflik.
Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk memantau situasi terkini di lapangan. Berdasarkan data yang dihimpun dilansir dari Detikcom, saat ini terdapat total 934 WNI yang tercatat tinggal di wilayah Lebanon.
Komposisi warga tersebut didominasi oleh personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia. Sebanyak 756 orang merupakan prajurit yang bertugas di bawah bendera UNIFIL, sementara 178 orang lainnya adalah warga sipil.
"Jumlah WNI kita di Lebanon 934 orang, 756 di antaranya adalah TNI yang di UNIFIL. Jadi yang sipil ini ada 178 orang terdiri dari pelajar, PMI (pekerja migran Indonesia), dan WNI yang menikah dengan warga setempat," kata Heni Hamidah di kantor Kemlu, Jakarta Pusat.
Heni menjelaskan bahwa kelompok warga sipil tersebut terdiri dari mahasiswa, pekerja migran, serta individu yang memiliki hubungan keluarga dengan warga lokal. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut disebut tetap menjalin komunikasi intensif dengan seluruh elemen tersebut.
Langkah antisipasi telah disiapkan oleh pemerintah Indonesia jika eskalasi konflik terus meningkat di wilayah tersebut. KBRI Beirut kini telah menyusun rencana darurat atau contingency plan guna menghadapi kemungkinan terburuk bagi keamanan para WNI.
"Tentunya KBRI terus menjalin komunikasi dan memantau keberadaan para WNI yang berada di Lebanon," ujar Heni. Pihaknya menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat secara berkala seiring dengan perkembangan dinamika keamanan di perbatasan Lebanon dan Israel.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·