PASAR teknologi di Cina terkejut dengan pengakuan langsung dari Lenovo bahwa perangkat genggam seharga US$ 60 atau sekitar Rp 1 jutaan yang tengah ramai dibincangkan, ternyata orisinal kepunyaan perusahaan itu. Banyak pengguna sebelumnya meragukan dan menganggap perangkat genggam dengan desain retro itu adalah bajakan.
Cuplikan iklan yang beredar menampilkan sebuah konsol game G02 yang membawa nama Lenovo. Perangkat ini mengusung sistem operasi open-source berbasis Linux yang ternyata hanya dipasarkan khusus di Cina. Di dalam perangkat ini sudah tersedia juga game berhak cipta bawaan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Keraguan pasar soal perangkat ini dan berujung pada label bajakan karena harganya yang murah itu. Apa lagi sekelas Lenovo yang sudah berkecimpung lama di dunia perangkat laptop dan konsol game. Sementara iklan perangkat itu menjamur di toko-toko daring di Cina.
Dikutip dari Android Authority pada Kamis, 21 Mei 2026, Lenovo menyebut perangkat ini bukanlah bajakan, melainkan produk dengan perjanjian lisensi merek. Dengan kata lain, Lenovo hanya meminjamkan namanya untuk perangkat tersebut.
“Perangkat G02 diproduksi melalui perjanjian lisensi merek regional yang ditujukan hanya untuk pasar Cina dan bukan bagian dari portofolio produk global resmi Lenovo,” bunyi pernyataan perusahaan tersebut. “Oleh karena itu, produk yang dikembangkan melalui perjanjian ini mungkin berbeda dari produk Lenovo yang dijual melalui saluran resmi.”
Adapun spesifikasi Lenovo G02 menurut bocorannya akan dibekali dengan prosesor quad-core 1,5 GHz, layar 4,3 inci, RAM 1 GB, penyimpanan internal 4 GB yang dapat diperluas, dan baterai 4.000 mAh.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·