Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Tol MBZ Naik 63 Persen

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Sebanyak 38.646 unit kendaraan meninggalkan wilayah Jakarta melalui Ruas Tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada momen libur Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (14/5/2026). Dilansir dari Detikcom, lonjakan arus lalu lintas ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang masih tinggi menuju arah luar kota.

Volume kendaraan yang keluar dari Jakarta tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 63,84 persen jika dikomparasikan dengan kondisi lalu lintas harian normal. Berdasarkan data rekapitulasi, jumlah kendaraan pada situasi biasa hanya mencapai 23.588 unit.

GM Operasi dan Pemeliharaan PT. JJC Desti Anggraeni menjelaskan bahwa pergerakan kendaraan di lintasan tersebut masih berpusat pada arus keluar ibu kota. Lonjakan ini dipicu oleh pemanfaatan waktu libur oleh masyarakat.

"Pergerakan kendaraan di Ruas MBZ pada libur Kenaikan Yesus Kristus atau hari Kamis kemarin masih didominasi oleh arus perjalanan meninggalkan Jakarta," kata Desti Anggraeni, GM Operasi dan Pemeliharaan PT. JJC.

Tingginya angka tersebut dipandang sebagai representasi dari antusiasme warga untuk melakukan perjalanan pada akhir pekan panjang kali ini. Sementara itu, arus kendaraan yang menuju Jakarta terpantau tidak mengalami kenaikan sedrastis arus keluar.

"Dibandingkan dengan arus meninggalkan Jakarta, peningkatan kendaraan menuju Jakarta relatif lebih sedikit, menandakan mayoritas pengguna jalan masih berada dalam fase perjalanan keluar Jakarta," kata Desti Anggraeni.

Pada periode yang sama, tercatat sebanyak 24.366 kendaraan masuk ke arah Jakarta melalui Ruas MBZ. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,62 persen dari volume normal yang berada di kisaran 21.830 kendaraan.

Secara kumulatif, total kendaraan yang melintasi Jalan Layang MBZ selama hari libur tersebut mencapai 63.012 unit. Jumlah total tersebut naik 38,74 persen dibandingkan angka lalu lintas harian normal sebanyak 45.418 kendaraan.

Pihak pengelola jalan tol turut memberikan peringatan kepada para pengendara untuk tetap menjaga fokus dan kondisi fisik demi keselamatan selama perjalanan. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat potensi cuaca yang tidak menentu.

"Tingkatkan kewaspadaan berkendara saat kondisi hujan karena dapat mempengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan," kata Desti Anggraeni.

Pengguna jalan diimbau untuk memastikan kesiapan kendaraan dan memantau informasi terkini melalui layanan panggilan pusat Jasa Marga di nomor 133. Informasi tambahan juga tersedia melalui media sosial resmi dan aplikasi navigasi milik Jasa Marga Group.