Kepala BP BUMN tegaskan CEO tentukan arah transformasi BUMN

Sedang Trending 1 jam yang lalu
transformasi tidak cukup hanya menjadi agenda kebijakan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dipahami dan dijalankan secara kolektif oleh seluruh insan perusahaan

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria menekankan bahwa peran Chief Executive Officer (CEO) menjadi faktor penting dalam memastikan arah dan keberhasilan transformasi perusahaan, dalam hal ini badan usaha milik negara (BUMN).

“Seorang CEO dia harus tau current situation daripada company-nya dan dia men-design future outlook daripada perusahaannya,” ujar Dony dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikan dalam agenda Danantara CEO Program angkatan I yang diselenggarakan pada Senin.

Dony yang juga merupakan Chief Operating Officer (COO) Danantara menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya dituntut memahami kondisi perusahaan saat ini, tetapi juga mampu merumuskan visi masa depan secara jelas.

Visi tersebut perlu dibangun dari pemahaman yang kuat, sekaligus dikomunikasikan secara efektif agar dapat dipahami oleh seluruh organisasi.

Baca juga: Danantara bidik Danareksa kelola aset hingga Rp185 triliun

Baca juga: Kepala BP BUMN pastikan layanan kereta api aman dan nyaman

Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa perubahan hanya dapat berjalan optimal melalui kombinasi pendekatan top-down dan buy-in process.

Instruksi dari pimpinan harus diiringi dengan upaya membangun pemahaman dan keyakinan bersama di seluruh level organisasi.

“Perubahan hanya dapat dilakukan dengan dua cara. Nomor satu adalah top down approach. Orang berubah karena top down. Tetapi at the same time perubahan itu harus dikomunikasikan untuk melakukan buy-in proses,” ucap dia.

Menurut dia, transformasi tidak cukup hanya menjadi agenda kebijakan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dipahami dan dijalankan secara kolektif oleh seluruh insan perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dony juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung pemimpin dalam eksekusi transformasi. Tanpa kepemimpinan yang hadir, risiko kegagalan transformasi akan semakin besar.

“Dia memimpin sendiri eksekusi, 70 persen daripada transformasi itu gagal. Hanya 30 persen yang berhasil. Kenapa? Kuncinya apa? Pemimpin. Kalau dia tidak mampu memimpin sendiri eksekusi daripada transformasi yang dilakukan, transformasi akan 'fail',” ucap dia.

BP BUMN dan Danantara Indonesia terus mendorong penguatan kepemimpinan BUMN agar setiap transformasi berjalan dengan visi yang jelas, komunikasi yang efektif, serta eksekusi yang konsisten dan berkelanjutan, guna memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.

Baca juga: Pemerintah siap intervensi untuk selesaikan utang Whoosh

Baca juga: Danantara catat 167 BUMN telah dilikuidasi

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.