Kepala Mossad Tegaskan Operasi Israel di Iran Belum Berakhir

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kepala badan intelijen Mossad, David Barnea, menyatakan pada Selasa (14/4/2026) bahwa misi militer Israel di Iran baru akan dianggap tuntas setelah adanya pergantian rezim di Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato publik pada upacara peringatan Hari Peringatan Holocaust di Israel.

Barnea menegaskan bahwa serangan udara besar-besaran selama 45 hari telah memberikan pukulan telak bagi kepemimpinan Iran. Meski demikian, ia menekankan bahwa Israel masih terus bekerja untuk memastikan stabilitas keamanan jangka panjang melalui perubahan struktur kekuasaan di negara tersebut.

Pidato ini muncul di tengah kritik domestik yang menyebut Israel gagal mencapai target perang karena struktur kekuasaan Iran masih bertahan. Barnea membantah tuduhan bahwa pihaknya telah melebih-lebihkan rencana pemberontakan internal untuk menjatuhkan pemerintah teokratis Iran dengan cepat.

"Kami tidak menganggap misi ini akan selesai segera setelah pertempuran mereda," kata David Barnea, Kepala Mossad. Menurutnya, Israel telah merencanakan agar kampanye militer terus berlanjut dan tercermin pada periode setelah serangan terhadap Teheran dilakukan.

Berdasarkan laporan The New York Times, Barnea sebelumnya telah mempresentasikan proposal pemberontakan tersebut kepada pejabat pemerintahan Trump di Washington pada pertengahan Januari lalu. Rencana itu kemudian diadopsi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelum dipaparkan secara resmi pada Februari.

Meskipun serangan awal Israel berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, posisi kepemimpinan Iran segera terisi kembali. Hal ini memicu skeptisisme dari pejabat Amerika Serikat, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe yang menyebut skenario pergantian rezim tersebut tidak masuk akal.

Barnea membenarkan kampanye militer gabungan AS-Israel tersebut sebagai sebuah keharusan demi pertahanan diri. Ia mengklaim Mossad telah beroperasi langsung di pusat kota Teheran untuk memberikan intelijen presisi bagi Angkatan Udara guna menghancurkan rudal-rudal yang mengancam wilayah Israel.