Kesehatan JCH Bengkulu stabil, tiga orang dirawat di RS Arab Saudi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyebut secara keseluruhan jamaah calon haji asal Bumi Merah Putih yang telah berada di Arab Saudi dalam kondisi sehat, meski tiga calon haji mendapat perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.

"Calon haji yang masih dirawat di RSAS ada tiga orang," kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani di Bengkulu, Senin.

Tiga calon haji tersebut yakni Suarti Mansur yang dirawat di RSAS Mousawat Madinah, serta Amsir Mustofa Abdul dan Zaleka Ramli Yakub yang dirawat di Saudi German Hospital.

Total calon haji Provinsi Bengkulu yang sudah berangkat ke Arab Saudi 1.337 orang, 943 berada di Madinah dan 393 telah berada di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah.

Baca juga: Pemerintah Aceh minta dana wakaf Baitul Asyi 3.000 riyal per JCH

Berdasarkan rekapitulasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) dan laporan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), pelayanan kesehatan di kloter terus berjalan dengan 108 kunjungan terbaru dan akumulasi mencapai 628 kunjungan selama masa operasional haji berlangsung.

Selain itu, tenaga kesehatan juga melakukan visitasi terhadap calon haji prioritas risiko tinggi (PRISTI) sebanyak 333 orang dengan total akumulasi 809 orang yang telah dipantau secara khusus.

Adapun diagnosis terbanyak yang ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, febris, diabetes melitus (DM), myalgia, arthalgia, serta dermatitis.

Untuk kasus rujukan, tercatat tidak ada jamaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pada laporan terbaru, namun total kumulatif yang pernah dirujuk sejak awal penyelenggaraan haji sebanyak lima orang.

"Tidak terdapat laporan jamaah wafat hingga saat ini," kata dia lagi.

Baca juga: Jamaah calon haji NTB diminta kurangi aktivitas antisipasi cuaca

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.